28 April 2011

KERACUNAN MAKANAN (FOODBORNE DISEASES)

Foodborne diseases/foodborne illness (penyakit yang disebabkan oleh makanan atau penyakit bawaan makanan atau keracunan makanan) adalah keracunan atau penyakit yang terjangkit akibat makan atau minum bahan pangan yang tercemar/terkontaminasi mikroorganisme patogen atau bahan beracun.
Salmonella
Kontaminan dapat berupa mikroba patogen seperti Salmonella dan Shigella atau bahan kimia beracun misalnya logam berat dan pestisida atau jamur/cendawan beracun seperti Coprinus sp. dan Boletus satanas atau akibat enterotoksin. Foodborne diseases dikelompokkan dalam :
- Keracunan makanan (food poisoning), timbul akibat memakan makanan atau minuman yang mengandung toksin/racun yang dihasilkan oleh mikroorganisme atau bahan beracun lain.
- Infeksi makanan (food infection), timbul akibat memakan makanan atau minuman yang mengandung mikroorganisme patogen.
Jamur Beracun

51 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  2. Nama : Nungki Alifia Fatmawati
    NIM : D.111.09.0034
    Tugas : 2.B

    Keracunan makanan adalah masalah yang terus berulang-ulang kejadiannya dan mengancam hidup jutaan makhluk hidup di seluruh dunia. Keracunan makanan dapat disebabkan mengkonsumsi makanan beracun (misalnya, beberapa jenis jamur liar, keong racun, ikan buntal, tempe bongkrek, dll) atau mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri atau zat beracun lainnya. Ada lebih dari 250 jenis bakteri yang dapat menyebabkan keracunan makanan, yang paling umum di antaranya adalah clostridium botulinum, salmonella gastro, dan escherichia coli.

    Menurut saya dalam kasus keracunan nasi berkat yang dialami warga Dukuh Wiyoro, Desa Garungwiyoro, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan mungkin disebabkan oleh adanya kontaminasi bakteri patogen Salmonella gastro yang mungkin di dapat dari ayam goreng yang di konsumsi warga, karena makanan yang biasanya mengandung salmonella salah satunya adalah daging unggas. Pada umumnya Salmonellosis mengacu pada sejumlah penyakit yang disebabkan oleh bakteri salmonella. Salah satu penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini adalah demam tifoid. Bentuk umum salmonellosis adalah gastroenteritis yang disebabkan oleh bakteri salmonella gastro. Gejala gastroenteritis yang disebabkan oleh salmonella termasuk mual, muntah, kram perut dan diare. Pada kasus yang parah, ada lendir dan darah pada tinja. Gejala awal biasanya muncul 12 sampai 24 jam setelah menelan makanan yang terkontaminasi. Keracunan ini biasanya tidak serius dan berlangsung selama dua sampai lima hari. Namun, salmonellosis bisa berakibat fatal pada bayi, lansia dan pasien yang sakit parah. Pada kasus yang sangat jarang, salmonella bisa menembus aliran darah sehingga menyebabkan artritis, penyakit jantung, infeksi tulang dan masalah perut jangka panjang.

    Kasus keracunan nasi berkat ini dapat terjadi mungkin akibat bakteri salmonella yang dapat menyebar dari orang ke orang dan dari hewan ke orang. Salmonella sering ditularkan melalui kontak dengan kotoran atau pakan ternak atau melalui makanan yang terkontaminasi kotoran hewan. Buah dan sayuran yang tidak dicuci dengan bersih juga dapat menyebarkan bakteri ini.

    Untuk cara pencegahan keracunan makanan akibat bakteri salmonella ini di butuhkan perawatan infeksi yang disebabkan oleh salmonella dengan cara banyak minum untuk mengganti cairan yang hilang karena diare. Jika korban kehilangan terlalu banyak cairan, dia harus dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan infus. Antibiotik dan obat anti-diare mungkin diberikan untuk mengontrol gejala yang parah.

    BalasHapus
  3. Nama : Dwi Cahyono
    Nim : D.111.09.0012
    Tugas : 2.B

    Keracunan makanan atau Food poisoning adalah suatu penyakit akibat infeksi suatu bahan toksik setelah mengkonsumsi makanan atau minuman tertentu. Bahan toksik dapat berupa bakteri, virus, parasit dan bahan kimia. Keracunana makanan ditandai dengan gejala diare dan atau muntah-muntah, yang timbul segera atau setelah beberapa hari selepas mengkonsumsi makanan atau minuman tercemar. Penyebab keracunan makanan sering ditemukan pada makanan kadaluarsa, tidak higienis, dan tidak memenuhi syarat kesehatan, kurang menjaga dan memelihara sanitasi dan kebersihan. Baik pada lingkungan dapur, peralatan memasak, maupun makanan.sebenarnya penyebab keracunan makanan itu adalah mikroba misalnya bakteri, virus, atau parasite lainnya. Untuk bakteri misalnya salmonella, bakteri enteritis, bakteri usus besar dan sebagainya.

    TANGGAPAN
    Menurut saya keracunan makanan yang terjadi pada 67 warga Dukuh Wiyoro, Desa Garungwiyoro, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan yang mengalami keracunan yang diduga setelah menyantap nasi berkat yang terdiri dari lauk ayam goreng,dan oseng-oseng mi.disebabkan karena memakan makanan yang tercemar olehtoksin (racun) yang dihasilkan oleh bakteri Clostridium perfringens.

    PENYEBAB
    Toksin yang dihasilkan bakteri Clostridium perfringens.



    -Dari keracunan makanan lauk ayam goreng
    Beberapa racun tidak dapat dirusak oleh perebusan,sedangkan yang lainnya dapat. Daging yang tercemar biasanya merupakan penyebab terjadinya keracunan makanan karena Clostridium perfringens..

    -Dari keracunan Nasi berkat dan Oseng-oseng mi
    Dapat terjadi akibat bakteri Clostridium perfringens karena makanan yang dibiarkan dalam suhu ruangan, sehingga memungkinkan bakteri tumbuh dan menghasilkan racunnya dalam makanan tersebut.

    GEJALA
    Gastroenteritis yang terjadi biasanya ringan meskipun dapat menjadi berat dengan gejala berupa:
    -nyeri perut
    -perut kembung karena penimbunan gas
    -diare berat
    -dehidrasi

    DIAGNOSA
    Diduga suatu keracunan makanan karena Clostridium perfringens, jika terjadi wabah lokal di suatu daerah. Diagnosis ini diperkuat dengan melakukan pemeriksaan pada makanan yang tercemar.

    PENGOBATAN
    Penderita diberi cairan (infus) dan dianjurkan untuk istirahat. Pada kasus yang berat, diberikan penicillin. Jika penyakit ini sudah merusak bagian dari usus halus, mungkin perlu diangkat melalui pembedahan.


    PENCEGAHAN KERACUNAN MAKANAN
    Berikut cara pencegahan keracunan makanan akibat bakteri Clostridium perfringens :
    - Usahakan makanan tetap panas atau dingin.
    - Aturlah lemari pendingin. Jangan mencampurkan daging mentah dengan makanan matang.
    - Cucilah tangan sebelum memasak, sebelum makan, setelah buang air, dsb.
    - Cucilah segera peralatan makanan segera setelah dipakai, dan cucian peralatan memasak Anda setelah digunakan. Membiarkan berlama-lama berarti memberikan kesempatan untuk bakteri berkembang biak di sana.
    - Bila keracunan terjadi segera hubungi dokter Anda

    BalasHapus
  4. Kita perlu tahu bahwa segala macam bahan makanan pada umumnya merupakan media yang sesuai untuk perkembangbiakan mikroorganisme. Akibat ulah mikroorganisme, bahan makanan membusuk dan mengalami kerusakan sehingga mempengaruhi kandungan nutrisi makanan tersebut.
    Keracunan karena mikroorganisme dapat berupa keracunan makanan (food intoxication) dan infeksi (food infection) karena makanan yang terkontaminasi oleh parasit atau bakteri patogen. Keracunan makanan (food intoxication) dapat terjadi karena makanan tercemar toksin. Toksin bisa berupa eksotoksin yaitu toksin yang dikeluarkan oleh mikroorganisme yang masih hidup; enterotoksin yaitu toksin yang spesifik bagi lapisan lendir usus seperti tahan terhadap enzim tripsin dan stabil terhadap panas; aflatoksin/toksoflavin seperti pada kasus keracunan bubur kacang hijau(burjo).
    Keracunan makanan oleh eksotoksin dapat terjadi karena makanan nonasam yang diproses kurang sempurna sehingga bakteri Clostridium botulinum atau sporanya masih dapat tumbuh. Gejala klinis keracunan makanan oleh eksotoksin antara lain muntah, penglihatan ganda, kelumpuhan otot, terkadang diare, sakit perut, nyeri otot, pupil membesar, sukar menelan, dan lemah. Gejala ini timbul dalam waktu 8 jam sampai 8 hari.
    Pengguna/petani yang kondisi badannya tidak sehat jangan bekerja
    dengan pestisida. Kondisi yang kurang sehat akan memperburuk keadaan bila
    terjadi kontaminasi atau keracunan.
    Selama proses produksi, yang meliputi pengolahan, pengemasan,
    transportasi, penyiapan, penyimpanan dan penyajian, makanan mungkin terpapar
    pada kontaminasi mikroba penyebab infeksi atau intoksikasi. Jika mikroba atau
    toksin yang dihasilkanya mencapai jumlah yang cukup dan dikonsumsi oleh manusia,
    maka terjadilah keracunan pangan.
    Sebagian besar kasus keracunan makanan sebenarnya dapat dihindari dengan penerapan standar kebersihan yang baik dalam proses menyiapkan, menyajikan dan mengkonsumsi makanan.
    Sebaiknya Sewaktu memasak kacang hijau jangan terlalu lama.
    Mungkin terjadinya keracunan dimagelang tersebut kacang hijaunya yang dalam kondisi tidak bagus atau penyiapannya yang kurang maksimal.

    Nama : Ester Phebe Siwi (2D)
    NIM : D.111.09.0028

    BalasHapus
  5. Nama : Christian Adhitama
    NIM : D.111.09.0030
    Pembahasan Soal = 2.B
    “ Sampel Makanan Dikirim ke Balai Laboratorium ”

    BAHASAN DARI SISI MIKROBIOLOGI
    Menurut saya, maraknya kasus keracunan makanan akhir-akhir ini menuntut kita untuk lebih waspada dalam memilih makanan. Kita perlu tahu bahwa segala macam bahan makanan pada umumnya merupakan media yang sesuai untuk perkembangbiakan mikroorganisme. Akibat ulah mikroorganisme, bahan makanan membusuk dan mengalami kerusakan sehingga mempengaruhi kandungan nutrisi makanan tersebut. Keracunan karena mikroorganisme dapat berupa keracunan makanan (food intoxication) dan infeksi (food infection) karena makanan yang terkontaminasi oleh parasit atau bakteri patogen. Keracunan makanan (food intoxication) dapat terjadi karena makanan tercemar toksin. Toksin bisa berupa eksotoksin yaitu toksin yang dikeluarkan oleh mikroorganisme yang masih hidup; enterotoksin yaitu toksin yang spesifik bagi lapisan lendir usus seperti tahan terhadap enzim tripsin dan stabil terhadap panas.
    PENYEBAB KERACUNAN :
    Keracunan makanan yang sering terjadi secara massal dapat disebabkan oleh enterotoksin dalam makanan yang dihasilkan oleh bakteri Staphylococcus, Clostridium perfringens, Bacillus cereus, dan Vibrio parahemoliticus. Waktu inkubasi antara 1-96 jam dan gejala timbul antara 1-7 hari. Tindakan penanggulangan dapat berupa pemberian klorpromazin 25-100 mg atau obat antimuntah lain untuk mengatasi muntah. Bila keracunan ringan, biarkan penderita istirahat di tempat tidur tanpa diberi apa-apa melalui mulut selama 4 jam sampai muntahnya berhenti. Sebagai tindakan pencegahan, untuk makanan seperti daging, susu dan produk susu, ikan, dan telur, jika tidak segera dimakan sebaiknya disimpan di dalam almari es. Apabila anda sedang menderita infeksi mata dan kulit, sebaiknya tidak mengolah dan memegang makanan.
    MENGAPA DAPAT TERJADI KERACUNAN :
    Keracunan makanan tidak disebabkan tertelannya organisme hidup, melainkan akibat masuknya toksin atau substansi beracun yang disekresi ke dalam makanan. Organisme penghasil toksin tersebut mungkin mati setelah pembentukan toksin dalam makanan. Semua bakteri yang tumbuh pada makanan bersifat heterotropik, yaitu membutuhkan zat organik untuk pertumbuhannya. Dalam metabolismenya, bakteri heterotropik menggunakan protein, karbohidrat, lemak, dan komponen makanan lainnya sebagai sumber karbon dan energi untuk pertumbuhannya. Kandungan air dalam bahan makanan memengaruhi daya tahan bahan makanan terhadap serangan mikroba. Kandungan air tersebut dinyatakan dengan istilah aw (water activity), yaitu jumlah air bebas yang dapat digunakan oleh mikroorganisme untuk pertumbuhannya.
    Di sisi lain, pencemaran (keracunan) terjadi karena makanan dibiarkan terbuka atau spora yang masih ada tumbuh kembali. Makanan yang biasa tercemar enterotoksin misalnya daging sapi atau ayam, susu dan produk susu, produk ikan, telur, sosis. Masuknya enterotoksin dalam tubuh dapat dilihat dari gejala klinis yang muncul seperti mual, muntah, diare, sakit dan kejang perut, demam, dehidrasi, shock.

    CARA PENCEGAHAN KERACUNAN :
    Tindakan penanggulangan dapat berupa:
    1. Pemberian klorpromazin 25-100 mg atau obat antimuntah lain untuk mengatasi muntah.
    2. biarkan penderita istirahat di tempat tidur tanpa diberi apa-apa melalui mulut selama 4 jam sampai muntahnya berhenti. (Bila keracunan ringan)
    3. Sebagai tindakan pencegahan, untuk makanan seperti daging, susu dan produk susu, ikan, dan telur, jika tidak segera dimakan sebaiknya disimpan di dalam almari es. Apabila anda sedang menderita infeksi mata dan kulit, sebaiknya tidak mengolah dan memegang makanan.

    BalasHapus
  6. NAMA : FAJAR MUSTIKA
    NIM : D.111.09.0007
    TUGAS : 2.B

    Bahasan Mikrobiologi Pangan Dan Pengolahan Dari Kejadian Keracunan Nasi Berkat :

    Kemungkinan terjadinya keracunan makanan pada warga di Dukuh Wiyoro, Desa Garangwiyoro, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan disebabkan oleh Mikroorganisme yang terkandung dalam makanan yang tidak sehat,
    Misalnya: Kuman penyebab keracunan makanan, kuman penyebab keracunan adalah: E-colli, Cholerra, Campylobakter, Vibrio cholera, Listeria monolytogenas, Shigella, Botulism, dll.
    Kuman-kuman tersebut dapat hinggap kemakanan dan menyebabkan terjadinya keracunan nasi berkat pada warga tersebut karena pengolahan yang tidak Hiegienes (kebersihan). Contohnya: Tidak dicuci dahulu sebelum dimasak, Masaknya kurang matang, dan penyajianya yang kurang sehat (tidak ditutupi tudun saji dan makanan gampang terhinggapi oleh lalat) maka akan menyebabkan Mikroorganisme akan berkembang biak dalam makanan tersebut.
    Kemungkinan Penyebabnya Keracunan Nasi Berkat tersebut karena kuman gampang masuk kepencernaan manusia dan menyebabkan terjadinya penyakit (Diare, Muntah-muntah, Pusing, Mual, dll).
    Dapat terjadi karena Kuman tersebut dapat menyebabkan penyakit pada manusia karena,bila daya tahan tubuh orang relative menurun maka kuman tersebut sangat mudah masuk dalam system pencernaan manusia sehingga sangat mudah menyebabkan penyakit.
    Berikut ini beberapa tips untuk mencegah keracunan makanan:
    1.Usahakan makanan tetap panas atau dingin.
    2.Bila ada makanan sisa, segera masukkan dalam lemari pendingin dan jangan campur adukkan makanan sisa tersebut, masing-masing tempatkan dalam tempat tersendiri. Jangan biarkan makanan sisa berlama-lama di suhu ruang,
    3.Aturlah lemari pendingin Anda. Jangan mencampurkan daging mentah dengan makanan matang.
    4.Simpan daging, makanan segar, sayur pada lemari pendingin.
    5.Jangan membiarkan bahan makanan tersebut berlama lama di suhu ruang. karena kemungkinan terkontaminasi oleh bakteri lebih besar, sebab bakteri sekalipun butuh zat-zat makanan seperti layaknya manusia.
    6.Cucilah tangan sebelum memasak, sebelum makan, setelah buang air,dsbnya.
    7.Sediakan dua papan alas potong di dapur. Satu untuk memotong daging dan satu untuk memotong sayur.
    8.Cucilah segera peralatan makanan segera setelah dipakai, dan cucian peralatan memasak Anda setelah digunakan.
    9.Makanan yang sudah dibiarkan terlalu lama sejak dimasak hendaknya dibuang. Terutama pada musim panas,
    10. Upayakan rumah dan lingkungan sekitar tetap bersih
    11. Bila keracunan terjadi segera hubungi dokter Anda.

    BalasHapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  8. TUGAS MIKROBIOLOGI PANGAN DAN PENGOLAHAN
    NAMA : EMMY NOVIARINI NINGTIYAS
    NIM : D.111.09.0006
    KODE SOAL : 2D – 51 WARGA KERACUNAN BURJO

    Warga yang keracunan bubur kacang hijau mengalami pusing, mual, muntah dan diare. Bubur kacang hijau tersebut dimasak pada hari rabu pukul 19:00 dan baru dibagikan pada warga hari kamis pukul 09:00 pagi. Kepala Dinkes Kabupaten Magelang menduga keracunan disebabkan oleh penyajian makanan yang kurang higienis.
    Bahasan dari Sisi Mikrobiologi
    Kemungkinan besar mikroba pathogen mengkontaminasi pada saat bubur ini disimpan dari malam sampai pagi (Perubahan kekentalan pada santan disebabkan oleh penggumpalan protein dan pemisahan serum (skim) dapat dijadikan indicator bahwa bubur kacang hijau tersebut sudah tidak layak konsumsi), paginya bubur kacang hijau tersebut baru dibagikan.
    Selama penyimpanan ini bubur kacang hijau bisa tercemari oleh mikroba pathogen. Dan di sana ada kacang hijau, karbohidratnya tinggi. Ada gula jawa dan santan. Itu merupakan bahan makanan atau medium untuk tumbuhnya kuman yang baik. Selain faktor tersebut, wadah yang digunakan untuk menyajikan bubur kacang hijau mungkin kurang higienis sehingga tercemar mikroba pathogen dan mengkontaminasi bubur kacang hijau yang menyebabkan keracunan setelah mengkonsumsi bubur kacang hijau tersebut.
    Keracunan makanan (bubur kacang hijau) tidak disebabkan tertelannya organisme hidup, melainkan akibat masuknya toksin atau substansi beracun yang disekresi ke dalam bubur kacang hijau. Organisme penghasil toksin tersebut mungkin mati setelah pembentukan toksin dalam bubur kacang hijau. Kemungkinan organisme yang menyebabkan keracunan adalah Bacillus cereus (masa inkubasi 1,5 – 5 jam dan biasanya terdapat pada bahan makanan serealia seperti kacang hijau).
    Semua mikroba yang tumbuh pada makanan bersifat heterotropik, yaitu membutuhkan zat organik untuk pertumbuhannya. Dalam metabolismenya, mikroba heterotropik menggunakan nutrisi dari bubur kacang hijau itu sendiri, antara lain protein, karbohidrat, lemak, dan komponen lainnya sebagai sumber karbon dan energi untuk pertumbuhannya. Kandungan air mempengaruhi daya tahan bubur kacang hijau tersebut terhadap serangan mikroba. Kandungan air tersebut dinyatakan dengan istilah aw (water activity), yaitu jumlah air bebas yang dapat digunakan oleh mikroorganisme untuk pertumbuhannya.
    Setiap mikroorganisme mempunyai aw minimum agar dapat tumbuh dengan baik, misalnya bakteri pada aw 0,90. Dalam kasus ini intoksikasi mikroba merupakan penyakit yang umumnya bersifat infeksi atau racun yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang dicerna, yaitu bubur kacang hijau yang telah terkontaminasi mikroba Escherichia coli (dapat berasal dari wadah bubur kacang hijau yang kurang higienis ) atau Bacillus cereus (masa inkubasi 1,5 – 5 jam dan biasanya terdapat pada bahan makanan serealia seperti kacang hijau).

    Ada enam langkah mencegah keracunan makanan:
    Langkah itu dimulai dari :
    1. Pemilihan bahan makanan,
    2. Penyimpanan makanan mentah,
    3. Pengolahan bahan makanan,
    4. Penyimpanan makanan jadi,
    5. Pengangkutan,
    6. Penyajian.

    Pertolongan Pertama Pada Keracunan Makanan
    1. Untuk mengurangi kekuatan racun, berikan air putih sebanyak-banyaknya atau diberi susu.
    2. Agar perut terbebas dari racun, berikan norit dengan dosis 3-4 tablet selama 3 kali berturut-turut dalam setiap jamnya.
    3. Air santan kental dan air kelapa hijau yang di campur 1 sendok makan garam dapat menjadi alternatif jika norit tidak tersedia.
    4. Jika penderita dalam kondisi sadar, usahakan agar muntah. Lakukan dengan cara memasukan jari pada kerongkongan leher dan posisi badan lebih tinggi dari kepala untuk memudahkan kontraksi.
    5. Apabila penderita dalam keadaan pingsan, bawa segera ke rumah sakit atau dokter terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.

    BalasHapus
  9. TUGAS: MIKROBIOLOGI PANGAN DAN PENGOLAHAN
    Nama : Septafero Eko Kurniawan
    Nim : D.111.09.0040
    kode soal : 2.B Sampel Makanan Dikirim ke Balai Laboratorium.Soal warga yang keracunan nasi berkat.

    67 warga dukuh wiyoro, desa garung wiyoro, kecamatan kandang serang, kabupaten pekalongan diduga mengalami keracunan setelah mengkonsumsi makanan nasi berkat yang terdiri dari lauk ayam goreng dan oseng-oseng mie yang sampelnya berupa mi, nasi serta beras dan air untuk dikirim kebalai laboratorium.


    Keracunan makanan :penyakit yang menyerang pencernaan akibat mengkonsumsi makanan yang telah terkontaminasi.

    Penyebabnya:
    • Bakteri clostridium perfringens bacteria sukar dibunuh dengan haba, ia selalu ditemui dalam daging, ayam dan itik mentah. Ia juga berupaya bertukar kepada bentuk spora. Setengah spora tidak terjejah oleh haba semasa proses memasak biasa, oleh itu jika dibiarkan sejuk perlahan-lahan diruang dapur yang panas. Spora bertukar semula kebentuk asal bakteria yang kemudian membiak dengan cepat.
    • Bakteri staphylococcus aureus mengeluarkan toksin ke dalam makanan sebelum makanan dimakan ditemui dalam hidung, kerongkong dan luka. Ia bias menghasilkan racun dalam makanan seperti srikaya, pudding serta dalam daging jika ia diberi masa untuk membiak dalam keadaan berhaba.

    Mengapa dapat terjadi:

    Bakteria yang menyebabkan keracunan makanan akan tumbuh pada suhu antara 5°C dan 63°C. ia akan membiak pada suhu sekitar 37°C yang merupakan suhu normal badan manusia. 5°C dan 63°C dikenal sebagai zone suhu berbahaya, walaupun jumlah awalnya kecil, bacteria cepat membiak didalam makanan jika dibiarkan berada dalam zon suhu.

    Makanan yang mengandung protein yang tinggi, kaya dengan nutrien dan mengandung kelembapan, sangat baik untuk tumbuh besar bakteria jika disimpan dalam keadaan yang panas. Makanan begini dikenali dengan makanan beresiko tinggi.
    1. Daging, ikan, ayam atau itik yang dimasak; produk yang dihasilkan dari daging tersebut: kuah, sup dan stok.
    Makanan ini kaya nutrien yang diperlukan oleh bakteria untuk membesar jika disimpan dalam keadaan panas, jumlah bakteria boleh meningkat berjuta-juta dalam masa yang singkat.
    2. Nasi dan mie
    Spora bakteria boleh didapati dalam beras kering. Bakteria menjadi aktif apabila air ditambah ke dalam beras semasa memasak. Jika nasi tidak dimakan serta-merta selepas dimasak atau tidak dimasukkan dalam peti sejuk dan dibiarkan menyejuk dalam periuk lebih daripada 4 jam, bakteria yang hadir akan membiak dengan cepat dan menghasilkan toksin yang mungkin terus hadir walaupun selepas dipanaskan sekali lagi sebelum nasi dimakan. Mie yang basah jika dibiarkan pada ruang suhu bilik menyebabkan bakteria hidup sekiranya ia dikotori.

    Gejala:
    Muntah, diare, mual, demam dan sakit perut yang hebat.

    Cara pencegahannya:
    1. Masak semua produk daging secara sempurna. Pastikan bahwa daging terlihat matang sepenuhnya (tidak lagi merah muda).
    2. Jika dilayani daging setengah matang, kembalikan untuk dimasak lebih lanjut.
    3. Periksa kondisi fisik dan tanggal kadaluwarsa produk daging kalengan dan makanan bayi. Jangan mengkonsumsi produk yang daluwarsa atau kemasannya sudah tidak berbentuk sempurna. Periksa juga kondisi makanan (bau, warna, bentuk) untuk memastikannya sebelum memproses lebih lanjut.
    4. Cuci bersih.
    5. Basuh tangan dengan sabun sebelum menangani bahan mentah yang berasal dari hewan. Basuh kembali tangan dengan sabun setelah selesai menanganinya.
    6. Cegah kontaminasi silang di dapur, kontaminasi silang di lemari es/kulkas dengan menjauhkan penyimpanan bahan makanan hewani dengan sayur, buah dan minuman.
    7. Jangan membiarkan bahan makanan hewani (daging, ikan, susu dan telur) pada suhu kamar dalam waktu lama. Simpanlah dalam lemari es.
    8. Jika sakit diare atau muntah, jangan menyiapkan makanan bagi orang lain, terutama bayi, orang tua, dan orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah karena mereka lebih rentan terhadap infeksi.

    BalasHapus
  10. TUGAS MIKROBIOLOGI PANGAN DAN PENGOLAHAN
    DWI APRIYANTI RAHAYU
    D.111.09.0041
    KODE SOAL 2C. : 76 Karyawan PT. Ara Shoes Keracunan

    76 karyawan PT. Ara Shoes yang berada di Ungaran di duga keracunan setelah memakan jatah makanan yang telah disediakan ( nasi sambel terong, telur puyuh, tempe goreng dan buah salak) dan 2 karyawan sedang dalam kondisi hamil, mereka menyantap makanan ketika mereka masuk shif siang pada hari Kamis (13/12) pukul 18.00 WIB dan mulai mengalami gangguan pencernaan pada hari Jumat ( 14/ 12 ) Pukul 20.00 WIB. Hampir karyawan mengalami Pusing, Mual dan Diare. Dan menurut pendapat saya :
    Penyebab terjadinya keracunan ini adalah dari makan itu sendiri karena kemungkinan ada kontaminasi bakteri pathogen dalam makanan seperti yang dipaparkan menu yang diberikan kepada karyawan adalah nasi sambel terong, telur puyuh, tempe goreng dan buah salak. Dan diduga kontaminasi bakteri pathogen berjenis Salmonella Gastro yang mungkin terjadi pada telur puyuh. Karena makanan yang dapat mengandung bakteri salmonella salah satunya adalah telur.

    Mengapa dapat Terjadi
    Kemungkinan Telur Puyuh yang diberikan mengandung bakteri Salmonella. Bakteri ini merupakan bakteri Gram-negatif, bersifat anaerob fakultatif, motil, dan tidak
    menghasilkan spora. Salmonella bisa terdapat pada bahan pangan mentah, seperti telur dan
    daging ayam mentah serta akan bereproduksi bila proses pamasakan tidak sempurna. Sakit
    yang diakibatkan oleh bakteri Salmonella dinamakan salmonellosis.
    Cara penularan bakteri Salmonella yang utama adalah dengan menelan bakteri dalam pangan yang berasal dari pangan hewani yang terinfeksi. Pangan juga dapat terkontaminasi oleh penjamah yang terinfeksi, binatang peliharaan dan hama, atau melalui kontaminasi silang akibat higiene yang buruk. Penularan dari satu orang ke orang lain juga dapat terjadi selama infeksi.

    Gejala keracunan:
    Pada kebanyakan orang yang terinfeksi Salmonella, gejala yang terjadi adalah diare, kram
    perut, dan demam yang timbul 8-72 jam setelah mengkonsumsi pangan yang tercemar. Gejala
    lainnya adalah menggigil, sakit kepala, mual, dan muntah. Gejala dapat berlangsung selama
    lebih dari 7 hari. Banyak orang dapat pulih tanpa pengobatan, tetapi infeksi Salmonella ini
    juga dapat membahayakan jiwa terutama pada anak-anak, orang lanjut usia, serta orang yang
    mengalami gangguan sistem kekebalan tubuh.

    Cara Pencegahan :
    Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya keracunan pangan akibat bakteri
    patogen adalah:

     Mencuci tangan sebelum dan setelah menangani atau mengolah pangan.
     Mencuci dan membersihkan peralatan masak serta perlengkapan makan sebelum dan setelah digunakan.
     Menjaga area dapur/tempat mengolah pangan dari serangga dan hewan lainnya.
     Tidak meletakan pangan matang pada wadah yang sama dengan bahan pangan mentah untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang.
     Tidak mengkonsumsi pangan yang telah berbau dan rasanya tidak enak.
     Memasak pangan sampai matang sempurna agar sebagian besar bakteri dapat terbunuh.
     Proses pemanasan harus dilakukan sampai suhu di bagian pusat pangan mencapai suhu aman (>700C) selama minimal 20 menit.
     Tidak membiarkan pangan matang pada suhu ruang lebih dari 2 jam, karena mikroba dapat berkembang biak dengan cepat pada suhu ruang.
     Mempertahankan suhu pangan matang lebih dari 600C sebelum disajikan. Dengan menjaga suhu di bawah 50C atau di atas 600C, pertumbuhan mikroba akan lebih lambat atau terhenti.
     Membersihkan dan mencuci buah-buahan serta sayuran sebelum digunakan, terutama yang dikonsumsi mentah.

    Penanganan:
    Untuk pertolongan dapat diberikan cairan untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang. Lalu
    segera bawa korban ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.

    BalasHapus
  11. http://becomeabutterfly2707.blogspot.com/2011/05/tugas-mikrobiologi-pangan.html

    BalasHapus
  12. Nama : Asnantia Lita
    Nim : D.111.09.0035
    Soal : 2.C

    Keracunan karena mikroorganisme dapat berupa keracunan makanan (food intoxication) dan infeksi (food infection) karena makanan yang terkontaminasi oleh parasit atau bakteri patogen. Keracunan makanan (food intoxication) dapat terjadi karena makanan tercemar toksin. Toksin bisa berupa eksotoksin yaitu toksin yang dikeluarkan oleh mikroorganisme yang masih hidup; enterotoksin yaitu toksin yang spesifik bagi lapisan lendir usus seperti tahan terhadap enzim tripsin dan stabil terhadap panas .
    Keracunan makanan yang sering terjadi secara massal dapat disebabkan oleh enterotoksin dalam makanan yang dihasilkan oleh bakteri Staphylococcus, Clostridium perfringens, Bacillus cereus, dan Vibrio parahemoliticus. Waktu inkubasi antara 1-96 jam dan gejala timbul antara 1-7 hari. Pencemaran terjadi karena makanan dibiarkan terbuka atau spora yang masih ada tumbuh kembali. Makanan yang biasa tercemar enterotoksin misalnya daging, susu dan produk susu, produk ikan, telur, sosis. Masuknya enterotoksin dalam tubuh dapat dilihat dari gejala klinis yang muncul seperti mual, muntah, diare, sakit dan kejang perut, demam, dehidrasi, syok.
    Tanggapan :
    Keracunan makanan yang dialami oleh para karyawan PT ARA Shoes yaitu dikarenakan bahwa jatah makanan yang diberikan oleh perusahaan sudah tidak layak dikonsumsi , dikarenakan jarak waktu saat mengolah makanan tersebut dengan waktu saat memakanya terlalu lama , dan itu membuat olahan makanan tersebut menjadi basi dan seharusnya sudah tidak layak untuk dikonsumsi lagi . seharusnya jarak antara pengolahan makanan tersebut dengan waktu memakanya tidak begitu lama . karena jika makanan tersebut sudah basi pasti akan berkembang mikroorganisme atau bakteri yang menyebabkan keracunan makanan . dan ini membuat para karyawan PT ARA Shoes mengalami keracunan sehingga mengalami muntah , diare , dan mual .

    Berikut langkah yang dapat dilakukan untuk menanganinya:
    • Usahakan muntah dengan diberi karbon aktif atau natrium bikarbonat. Jika tidak terjadi diare, lakukan pengurasan lambung dengan memberikan air hangat 1-2 L atau larutan garam 5-10 ml/kg BB untuk anak-anak lalu dilanjutkan dengan pemberian karbon aktif. Kemudian lakukan pembersihan usus dengan obat laksan senyawa garam seperti Mg-sulfat atau Na-sulfat.
    • Lakukan pemeriksaan darah untuk menentukan jenis toksin.
    • Jika terjadi depresi pernapasan, berikan pernapasan buatan.

    BalasHapus
  13. TUGAS MIKRO BIOLOGI PANGAN DAN PENGOLAHAN
    NAMA: REZA WAHYU ADINA
    NIM: D.111.07.0010
    KODE SOAL: 2D( 51 WARGA KERACUNAN BURJO)
    Menurut saya yang menyebabkan warga di desa sumber agung magelang kerunan makanan burjo diakibatkan dari:
    Penangan atau cara pembutan burjo tersebut kurang baik, mungkin pengunaan alat dan bahan yg kurang higienis/kurang bersih sehingga bisa mengakibatkan keracunan makanana(Food Intoxication).Keracunan makanan adalah suatu penyakit akibat infeksi suatu bahan toksik setelah mengkonsumsi makanan atau minuman tertentu. Bahan toksik dapat berupa bakteri, virus, parasit dan bahan kimia.Infeksi makanan terjadi karena konsumsi makanan mengandung organisme hidup yang mampu bersporulasi di dalam usus, yang menimbulkan penyakit. Organisme penting yang menimbulkan infeksi makanan meliputi sejumlah Salmonella. Organisme yang menyebabkan keracunan makanan meliputi Clostridium botulinum, dan Bacillus cereus.Semua bakteri yang tumbuh pada makanan bersifat heterotropik, yaitu membutuhkan zat organik untuk pertumbuhannya. Dalam metabolismenya, bakteri heterotropik menggunakan protein, karbohidrat, lemak, dan komponen makanan lainnya sebagai sumber karbon dan energi untuk pertumbuhannya. Kandungan air dalam bahan makanan memengaruhi daya tahan bahan makanan terhadap serangan mikroba. Pada kasus ini bakteri yang menyebabkan warga didesa sumber agung keracunan kemungkinan besar bakteri Escherichia coli, Bacillus cereus, clotridium botulinum,salmonella,shigella.Escherichia coli E. coli merupakan mikroflora alami yang terdapat pada saluran pencernaan manusia dan hewan. Beberapa galur E. coli yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia adalah enterotoksigenik, enterohaemorrhagik, enteropatogenik, enteroinvasive, dan enteroagregatif. Salmonella Salmonella bersifat patogen pada manusia dan hewan lainnya, dan dapat menyebabkan demam enterik dan gastroentritis. Diketahui terdapat 200 jenis dari 2.300 serotip Salmonella yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia. Shigella Shigella merupakan bakteri patogen di usus manusia dan primata penyebab shigellosis (disentri basiler). Makanan yang sering terkontaminasi.Sayuran segar yang tumbuh pada tanah terpolusi dapat menjadi faktor penyebab penyakit, seperti disentri basiler atau shigellosis yang disebabkan oleh Shigella. Menurut USFDA (1999), diperkirakan 300.000 kasus shigellosis terjadi di Amerika Serikat setiap tahun. Clostridium botulinum Clostiridium botulinum merupakan bahaya utama pada makanan kaleng karena dapat menyebabkan keracunan botulinin. Tanda-tanda keracunan botulinin antara lain tenggorokan kaku, mata berkunang-kunang, dan kejang-kejang yang menyebabkan kematian karena sukar bernapas..Bacillus cereus. Beberapa starin dari bakteri ini, ternyata mampu menghasilkan toksin dalam makanan. Keberadaan racun ini menimbulkan keracunan dengan gejala pusing-pusing, sakit perut, muntah-muntah, dan diare. Gejala ini akan menghilang dalam waktu satu hari atau kurang. Keberadaan bakteri Bacillus ini banyak terdapat dalam tanah, debu, biji-bijian, dan sayuran.Sementara itu, produk makanan yang sering terkontaminasi adalah produk daging, sayuran,nasi, dan nasi goreng.Keracunan makanan tipe emetik ditandai dengan mual dan muntah dalam waktu 0.5 sampai 6 jam setelah mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi. Dari jenis bakteri diatas menurut saya kemungkinan besar terdapat dalam kasus keracunan makan an burjo.
    1.> Escherichia coli dan shigella pada kasus ini diakibatkan dari air yang digunakan untuk membikin burjo sudah terkontaminasi.2.> Clostridium botulinum pada kasuss ini diakibatkan dari proses pemasakan burjo yang pengontrolan waktunya kurang tepat.3.> Salmonella pada kasus ini diakibatkan dari alat dan bahan pangan yang kurang dijaga kebersihannya sehingga mengakibatkan kontaminan.4.> Bacillus cereus pada kasus ini diakibatkan dari terkontaminasinya burjo yang sudah dimasak, disebabkan karena cara penyimpanan yang kurang benar.

    BalasHapus
  14. Pencegahan
    encegahan adalah segala upaya yang dilakukan agar setiap anggota masyarakat tidak tertular oleh bakteri Salmonella. Pencegahan dilakukan secara umum dan khusus/imunisasi. Demam tifoid dapat dicegah dengan kebersihan pribadi dan kebersihan lingkungan. Beberapa petunjuk untuk mencegah penyebaran demam tifoid secara umum diantaranya:
    Cuci tangan.
    Cuci tangan dengan teratur meruapakan cara terbaik untuk mengendalikan demam tifoid atau penyakit infeksi lainnya. Cuci tangan anda dengan air (diutamakan air mengalir) dan sabun terutama sebelum makan atau mempersiapkan makanan atau setelah menggunakan toilet. Bawalah pembersih tangan berbasis alkohol jika tidak tersedia air.
    Hindari minum air yang tidak dimasak.
    Air minum yang terkontaminasi merupakan masalah pada daerah endemik tifoid. Untuk itu, minumlah air dalam botol atau kaleng. Seka seluruh bagian luar botol atau kaleng sebelum anda membukanya. Minum tanpa menambahkan es di dalamnya. Gunakan air minum kemasan untuk menyikat gigi dan usahakan tidak menelan air di pancuran kamar mandi.
    Tidak perlu menghindari buah dan sayuran mentah.
    Buah dan sayuran mentah mengandung vitamin C yang lebih banyak daripada yang telah dimasak, namun untuk menyantapnya, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut. Untuk menghindari makanan mentah yang tercemar, cucilah buah dan sayuran tersebut dengan air yang mengalir. Perhatikan apakah buah dan sayuran tersebut masih segar atau tidak. Buah dan sayuran mentah yang tidak segar sebaiknya tidak disajikan. Apabila tidak mungkin mendapatkan air untuk mencuci, pilihlah buah yang dapat dikupas.
    Pilih makanan yang masih panas.
    Hindari makanan yang telah disimpan lama dan disajikan pada suhu ruang. Yang terbaik adalah makanan yang masih panas. Walaupun tidak ada jaminan makanan yang disajikan di restoran itu aman, hindari membeli makanan dari penjual di jalanan yang lebih mungkin terkontaminasi.

    Pencegahan secara khusus dilakukan dengan imunisasi yang di Indonesia tersedia seperti :
    Vaksin oral Ty 21a
    Vaksin yang mengandung Salmonella typhi galur Ty 21a. Vaksin ini tersedia dalam kapsul yang diminum selang sehari dalam 1 minggu, 1 jam sebelum makan. Vaksin ini dikontraindikasikan pada wanita hamil, menyusui, penderita imunokompromais, sedang demam, sedang minum antibiotik, dan anak kecil 6 tahun. Lama proteksi dilaporkan 5 tahun.
    Vaksin parenteral sel utuh
    Vaksin ini mengandung sel utuh Salmonella typhi yang dimatikan yang mengandung kurang lebih 1 milyar kuman setiap mililiternya. Dosis untuk dewasa 0,5 mL; anak 6-12 tahun 0,25 mL; dan anak 1-5 tahun 0,1 mL yang diberikan 2 dosis dengan interval 4 minggu. Efek samping yang dilaporkan adalah demam, nyeri kepala, lesu, dan bengkak dengan nyeri pada tempat suntikan. Vaksin ini di kontraindikasikan pada keadaan demam, hamil, dan riwayat demam pada pemberian pertama. Vaksin ini sudah tidak beredar lagi, mengingat efek samping yang ditimbulkan dan lama perlindungan yang pendek.
    Vaksin polisakarida
    Vaksin yang mengandung polisakarida Vi dari bakteri Salmonella. Mempunyai daya proteksi 60-70 persen pada orang dewasa dan anak di atas 5 tahun. Vaksin ini tersedia dalam alat suntik 0,5 mL yang berisi 25 mikrogram antigen Vi dalam buffer fenol isotonik. Vaksin diberikan secara intramuskular dan diperlukan pengulangan (booster) setiap 3 tahun. Vaksin ini dikontraindikasikan pada keadaan hipersensitif, hamil, menyusui, sedang demam, dan anak kecil 2 tahun.

    BalasHapus
  15. Nama : SANI SETYAWARI
    NIM : D.111.09.0032
    Pembahasan Soal = 2.D

    51 WARGA KERACUNAN BURJO
    Sebanyak 51 warga desa sumber agung,kecamatan secang,kabupaten Magelang mengalami keracunan makanan.Mereka mengeluh pusing dan diare serta muntah-muntah.Ternyata bubur kacang hijau(burjo) yang di masak untuk Program tambahan kepada anak-anak dan sebagian orang tua tersebut di masak pada hari rabu(4/5) pukul 19.00 WIB baru dapat diberikan pada kamis pagi pukul 09.00.
    Dilihat dari aspek mikrobiologi bubur kacang hijau sudah terkontaminasi dengan bakteri pathogen,apalagi bubur kacang hijau bahan dalam pembuatannya ada santan yang mudah sekali berubah rasa dan kandungan gizinya.Keracunan makanan dapat terjadi seseorang mengalami gangguan kesehatan setelah mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi kuman atau racun yang dihasilkan oleh kuman penyakit. Kuman yang paling sering mengkontaminasi makanan adalah bakteri. Kuman ini dapat masuk ke dalam tubuh kita melalui makanan dengan perantaraan orang yang mengolah makanan atau memang berasal dari makanan itu sendiri akibat pengolahan yang kurang baik. Seperti diketahui, bakteri sangat menyukai suasana lingkungan yang lembab dan bersuhu ruangan. Pada kondisi ini, pertumbuhan bakteri akan meningkat dengan pesat. Bila suhu ini ditingkatkan atau diturunkan maka perkembangan biakan bakteri pun akan berkurang atau terhenti.
    Keracunan karena mikroorganisme dapat berupa keracunan makanan (food intoxication) dan infeksi (food infection) karena makanan yang terkontaminasi oleh parasit atau bakteri patogen. Keracunan makanan (food intoxication) dapat terjadi karena makanan tercemar toksin. Toksin bisa berupa eksotoksin yaitu toksin yang dikeluarkan oleh mikroorganisme yang masih hidup; enterotoksin yaitu toksin yang spesifik bagi lapisan lendir usus seperti tahan terhadap enzim tripsin dan stabil terhadap panas; aflatoksin/toksoflavin.Akibat ulah mikroorganisme, bahan makanan membusuk dan mengalami kerusakan sehingga mempengaruhi kandungan nutrisi makanan tersebut.
    Dalam kandungan bubur kacang hijau yang menurut saya sudah basi dan sebenarnya tidak layak untuk di konsumsi itu sudah mengandung bakteri yang menyebabkan keracunan.Apalagi bubur itu sudah di buat/di masak lebih dari 12 jam,artinya sudah banyak komponen yang terkandung dalam bubur kacang hijau yang seharusnya mempunyai nilai gizi tetapi malah berubah menjadi toksin.Sebaiknya jika akan membuat bubur kacang hijau jangan di simpan dalam waktu lama artinya buat pada waktu pagi hari sehingga bias di konsumsi di pagi hari atau siang hari,Atau jika ingin membuat di waktu malam hari sebaiknya dalam malam itu juga bubur itu sudah habis di konsumsi.Dengan demikian maka akan menghindari terjadinya keracunan makanan.
    BAKTERI PENYEBAB KERACUNAN MAKANAN
     Staphylococcus aureus
     Clostridium botulinum
     Clostridium perfringens
     Bacillus cereus
     Pseudomonas cocovenans
     Enterobacter
    Cara menangani pada keracunan makanan :
    Jika kondisi korban masih sebatas muntah dan diare dalam jumlah kecil, maka bisa dilakukan perawatan di rumah, seperti:
    Tidak memberikan makanan padat selama masih mengalami mual atau muntah, tapi tetap memberikan cairan sedikit demi sedikit dan frekuensinya sering. Kondisi ini penting untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Namun sebaiknya hindari minuman yang berkafein dan minuman yang terlalu manis.
    Susu bisa diberikan dengan aman pada orang yang mengalami keracunan, tapi sebaiknya tidak diberikan pada orang yang memang diketahui memiliki intoleransi laktosa.
    Setelah berhasil mentoleransi minuman, maka mulai memberikan makanan secara perlahan terutama jika mual dan muntahnya sudah berhenti. Makanan yang polos akan lebih mudah dicerna oleh perut dan dalam porsi kecil, misalnya nasi, gandum, roti, kentang atau sereal dengan kadar gula rendah.
    Jika kondisinya tidak membaik, seperti orang tersebut susah untuk minum dan mulai timbul gejala-gejala yang lebih parah itu membutuhkan bantuan medis.

    BalasHapus
  16. Tugas mikrobiologi pangan dan pengolahan
    Yunia
    D..111.09.0003
    2.B

    Kejadian keracunan makanan, biasanya disebabkan karena mengkonsumsi makanan & minuman yang telah terkontaminasi dengan bakteri patogen, parasit atau virus (untuk kontaminasi oleh bakteri biasanya disebabkan oleh bakteri Staphylococcus, Clostridium perfringens, Bacillus cereus, dan Vibrio parahemoliticus ). Bahan kimia berbahaya juga dapat menyebabkan terjadinya keracunan makanan jika mereka mengkontaminasi makanan baik saat panen ataupun proses lainnya.

    • kemungkinan penyebab terjadinya keracunan,

     Tanggapan saya mengenai kemungkinan penyebab keracunan dalam kasus keracunan nasi berkat ini adalah
    Secara fisik terkait dengan kondisi ruangan yang tidak mendukung pengamanan makanan seperti sirkulasi udara yang kurang baik, temperatur ruangan yang panas dan lembab, dan sebagainya. Untuk menghindari kerusakan makanan yang disebabkan oleh faktor fisik, maka perlu diperhatikan tempat penyimpanan makanan.
    Mungkin terjadi karena makanan berkat yang di bagikan dan dikonsumsi oleh masyarakat sudah dalam keadaan basi atau sudah tidak layak konsumsi. mungkin proses pemasakan dilakukan pagi harinya dan dalam proses pemasakannya kurang tanak. Jadi makan menjadi basi pada malam harinya.
    ( secara mikrobiologi karena adanya kontaminasi oleh bakteri, virus, jamur dan parasit. Akibat buruknya sanitasi makanan dapat timbul gangguan kesehatan pada orang yang mengkonsumsi makanan tersebut ) Mungkin berkat tsb pada saat pengolahan dan penyajiannya kurang bersih, dalam arti sanitasinya kurang,
    Tercemar banyak kuman yang dapat menyebabkan keracunan atau gangguan kesehatan lainnya
    secara kimia karena adanya zat-zat kimia yang digunakan untuk mempertahankan kesegaran bahan makanan, penggunaan wadah bekas untuk meletakkan hasil olahan makanan yang sudah jadi. Dan mungkin mie atau daging ayam yang digunakan adalah yang sudah tidak layak konsumsi atau sudah kadaluarsa.

     Sedangkan untuk cara pencegahannya,

    Untuk mencegah kontamisi makanan dengan zat-zat atau bakteri-bakteri yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan diperlukan adanya penerapan sanitasi makanan.
    Sanitasi makanan adalah usaha untuk mengamankan dan menyelamatkan makanan agar tetap bersih, sehat dan aman.
    Selain dari sanitasi di atas seharusnya yang memasak makanan tersebut juga tetap memperhatikan kebersihan dirinya sendiri, seperti misalnya :
    1. memelihara kebersihan badan terutama tangan, kulit, kuku, mata, hidung dan anggota tubuh lainnya.
    2. pada saat memasak tidak sedang terluka, bisulan dan batuk-batuk atau bersin yang tidak normal atau lebih banyak dari biasanya.
    3. memperhatikan pakaian dan bau badan, kemudian rambut dan tidak memakai perhiasan pada saat memasak.
    Dan untuk konsumen ( korban ) sebaiknya sebelum menyantap makanan menccuci tangan terlebih dahulu dengan sabun agar kuman yang menempel pada tangan tidak ikut masuk ke dalam tubuh.

    BalasHapus
  17. TUGAS 2C
    Nama : Fitria Dwi Astuti
    NIM : D.111.09.0016
    PENYEBAB KERACUNAN SETELAH MENYANTAP MAKANAN JATAH KATERING 76 Karyawan PT Ara Shoes Keracunan disebabkan karena diduga setelah mengkonsumsi makanan katering.
    Bahasaan dari segi mikrobiologis pangan dan pengolahan dari kasus keracunan tersebut Keracunan pangan adalah suatu penyakit yang disebabkan mengonsumsi pangan yang berbahaya atau terkontaminasi. Terjadinya penyakit karena makanan erat kaitannya dengan lingkungan yaitu penularan penyakit melalui flay (lalat), fingers (tangan), field (tanah), dan food (makanan). Makanan yang sudah tercemar biasanya secara visual tidak terlihat atau tidak kelihatan membahayakan, misalnya dari segi warna, rasa dan penampakannya normal dan tidak ada tanda-tanda kerusakan. Karena itu kita sering terkecoh dan mengkonsumsi makanan tersebut tanpa ada rasa curiga sedikit pun. Di antara kasus-kasus keracunan pangan, produk makanan yang berasal dari jasa boga (katering) ternyata memberikan kontribusi tertinggi dalam kasus keracunan makanan.
    Ada apa dengan industri katering?
    Menurut sumber makanan yang menjadi penyebab kasus keracunan makanan paling banyak berasal dari perusahaan katering.
    Mengapa angka keracunan makanan oleh industri katering sampai sebesar itu? Hal ini disebabkan sebagian besar industri katering belum mempunyai Bagian Quality Control yang mengawasi mutu produk. Rendahnya pengetahuan cara mengolah pangan secara aman, serta kurangnya kontrol terhadap kebersihan para pekerja katering juga menjadi sebab tingginya kasus keracunan makanan oleh industri katering.
    Penyebab keracunan makanan dari industri jasa boga atau katering umumnya disebabkan adanya bakteri patogen. Kondisi sanitasi sebagian tempat pengolahan makanan pada katering yang kurang memadai juga menjadi kemungkinan tidak amannya produk makanan yang dihasilkan, di samping kondisi sanitasi para pekerja yang tidak memenuhi syarat. Selain itu, penggunaan bahan kimia secara berlebihan atau bahkan penggunaan bahan kimia yang bukan untuk pangan juga menjadi penyebab keracunan makanan.
    Akibat keracunan pangan
    (1) kontaminasi: bakteri patogen ada dalam pangan;
    (2) pertumbuhan: bakteri patogen memiliki kesempatan untuk berkembang biak dalam pangan untuk menghasilkan toksin atau dosis infeksi yang cukup untuk menimbulkan penyakit; dan
    (3) daya hidup (survival): jika berada pada kadar yang membahayakan, bakteri patogen dapat bertahan hidup dalam pangan selama penyimpanan dan pengolahannya.
    Penyakit yang ditimbulkan oleh makanan-makanan yang tercemar oleh patogen umumnya ditandai dengan terganggunya fungsi-fungsi saluran pencernaan. Gejala yang paling sering muncul adalah diare. Diare yang berlebihan akan menguras cairan tubuh, dan beberapa diantaranya diikuti dengan gejala lainnya yang dapat berakibat fatal. Selain itu beberapa patogen mengakibatkan penyakit di organ tubuh lain disamping saluran pencernaan.
    Tips mempersiapkan katering yang aman
    Keracunan makanan terkadang terjadi karena bakteri pathogen bukan pembentuk spora. Kontaminasi silang dapat terjadi jika sarana, wadah atau alat pengolahan dan penyimpanan digunakan bersama-sama, untuk bahan mentah maupun bahan matang. Makanan matang dapat terkontaminasi oleh makanan mentah.
    Semakin lama makanan siap santap disimpan di suhu kamar, semakin besar risiko terjadinya kontaminasi. Supaya aman, makanan siap santap harus segera dikonsumsi setelah selesai dimasak. Jika Anda menyiapkan makanan lebih awal atau ingin menyimpan sisanya lebih dari 4-5 jam, simpanlah makanan dalam keadaan panas (di atas 63oC) atau dingin ( di bawah 4oC). Hal ini disebabkan kisaran suhu 4 – 63oC merupakan suhu optimum pertumbuhan mikroba. Penyimpanan makanan siap santap yang baik akan memperlambat pertumbuhan mikroorganisme. Pemanasan kembali makanan yang disimpan dingin hingga seluruh bagian mencapai 74oC adalah perlindungan yang baik untuk melawan berkembangbiaknya mikrorganisme sebelum makanan tersebut dikonsumsi.

    BalasHapus
  18. NAMA : EKA NOVITA SARI
    NIM : D.111.09.0026
    TUGAS : 2.C



    Keracunan makanan dapat memiliki beberapa penyebab , karena terdapat dari makanan katering yang dikonsumsi oleh para karyawan PT ARA SHOES yang berada di Jl Ngobo, Karangjati, Bergas, Kabupaten Semarang sebagian besar yang harus dilakukan baik dengan kebersihan, persiapan makanan, atau penyimpanan makanan.

    Mengapa dapat terjadi keracunan makanan, karena makanan siap santap yang dikonsumsi oleh para karyawan PT ARA SHOES kurang hati-hati dalam segi makanan yang umumnya telah diproses melalui proses pemanasan. Kekecualian tentu ada, misalnya pada lalap sayur atau buah, Namun sebagian besar makanan olahan adalah makanan yang telah mengalami proses yang cukup untuk membunuh bakteri patogen bukan pembentuk spora. Oleh karena itu, kemungkinan terbesar keracunan disebabkan oleh bakteri-bakteri tahan panas yang membentuk spora selama pemasakan. Spora ini dapat bergerminasi ketika makanan mengalami pendinginan dan peritiwa ini didukung oleh pendinginan yang lambat sehingga memerlukan waktu lama untuk mencapai suhu yang aman (4 o C atau lebih rendah). Hal ini menjawab pertanyaan mengapa kebanyakan keracunan makanan siap santap tidak terjadi di rumah-rumah tangga dan PT .

    Sebagian besar kasus keracunan makanan sebenarnya dapat dihindari dengan penerapan standar kebersihan yang baik dalam proses menyiapkan, menyajikan dan mengkonsumsi makanan. Yaitu dengan cara :

    1.Masaklah semua produk secara sempurna.
    2. Periksa kondisi fisik dan tanggal kadaluwarsa
    3.Cuci bersih buah dan sayuran sebelum dimasak atau disajikan.
    4.Hindari mengkonsumsi susu yang tidak dipasteurisasi, telur mentah/setengah matang dan air yang tidak disterilkan.
    5.Basuh tangan dengan sabun setelah memegang hewan peliharaan, memberi pakan dan membersihkan kotorannya.
    6. Jangan membiarkan bahan makanan hewani (daging, ikan, susu dan telur) pada suhu kamar dalam waktu lama. Simpanlah dalam lemari es.
    7. Hindari kontaminasi silang di lemari es/kulkas dengan menjauhkan penyimpanan bahan makanan hewani dengan sayur, buah dan minuman.


    8. Pastikan bahwa orang-orang yang terkena diare, terutama anak-anak, mencuci bersih tangan mereka dengan sabun secara teratur untuk mengurangi risiko penyebaran infeksi.
    9.Jika Anda sakit diare atau muntah, jangan menyiapkan makanan bagi orang lain, terutama bayi, orang tua, dan orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah karena mereka lebih rentan terhadap infeksi.

    BalasHapus
  19. TUGAS 2A
    Nama : Isti Choiriyah
    NIM : D.111.09.0014
    Kemungkinan yang terjadi apabila mengkonsumsi jenis makanan kadaluwarsa
    Bahasan dari segi mikrobiologis pangan dan pengolahannya
    Makanan kadaluarsa dapat menyebabkan keracunan bagi konsumennya. Jangan anggap remeh makanan yang sudah kadaluwarsa. Sebab, makanan yang kadaluwarsa merupakan salah satu penyebab utama terjadinya keracunan. Berikut ini akan diuraikan kerusakan dan bahaya yang dapat terjadi pada produk makanan dan berpotensi keracunan :
    Produk Susu
    Kerusakan produk susu masih dapat dideteksi dengan pemantauan visual. Produk susu segar (umumnya dikemas plastik atau karton), apabila kadaluwarsa, akan menimbulkan aroma yang agak masam. Untuk susu segar yang dikemas plastik, akan terlihat adanya pemisahan emulsi dan perubahan warna. Lemak susu akan mengapung, terdapat gumpalan-gumpalan protein, dan akan terlihat pemisahan air. Susu kadaluwarsa sering juga disebut sebagai susu basi yang ditandai oleh kenaikan viskositas (kekentalan) susu. Secara fisik, kemasan susu juga akan tampak kembung karena diproduksinya gas oleh mikroba-mikroba patogen sebagai hasil samping fermentasi. Fermentasi yang terjadi pada susu segar bukanlah reaksi yang menguntungkan, melainkan akan menyebabkan rasa dan aroma masam yang dapat menyebabkan diare. Mikroba yang mungkin merusak susu adalah Escherichia coli, Streptococcus, dan Staphylococcus.
    Produk dalam Kaleng
    Kerusakan produk dalam kaleng memang sukar terlihat, tetapi dapat terdeteksi dengan adanya kerusakan pada badan kaleng itu sendiri. Penyimpangan pada kaleng misalnya adalah berkarat. Kaleng yang berkarat dapat menandakan waktu penyimpanan yang lama, selain itu kondisi penyimpanannya juga mungkin tidak sesuai, misalnya udara yang terlalu lembab. Kaleng yang berkarat pada bagian luarnya mungkin juga telah berkarat pada bagian dalamnya. Karat atau biasa disebut korosi merupakan reaksi oksidasi besi (Fe) yang melepaskan besi oksida (FeO2). Besi oksida dapat bereaksi dengan bahan yang dikemas dalam kaleng. Reaksi umumnya menghasilkan perubahan warna pada pangan. Jika pangan termasuk berasam tinggi atau mengandung belerang (sulfida), perubahan warnanya akan mengarah kehitaman karena terbentuk besi sulfida (FeS). Perubahan lain yang terjadi akibat reaksi besi oksida dengan pangan adalah perubahan aroma dan kekentalan. Aroma pangan akan berubah menjadi aroma busuk dan agak berbau besi. Kaleng yang gembung mengandung potensi bahaya mikrobiologis. Umumnya disebabkan oleh kurang sempurnanya proses exhausting (proses penghampaan), penyegelan, dan sterilisasi. Hal ini berarti terdapat udara di dalam kaleng dan kondisi kaleng tidak vakum. Udara yang terdapat di dalam kaleng kemungkinan masih mengandung mikroba yang dapat mengontaminasi pangan karena bersifat patogen. Udara tersebut juga dapat menyebabkan perkaratan kaleng dari bagian dalam. Kevakuman kaleng sangat berpengaruh terhadap sterilitasnya. Sterilitas berkaitan langsung dengan umur simpan. Kevakuman kaleng menandakan kondisi hampa udara pada bagian dalam kaleng. Hampa udara artinya tekanan udara dalam kaleng amat rendah. Jika terjadi benturan yang menyebabkan kaleng penyok, kemungkinan kaleng tersebut mengandung bahaya mikrobiologis. Bahaya dapat terjadi apabila penyok membentuk lekukan bersudut dalam. Oleh karena itu, lekukan dapat menyebabkan retakan atau lubang kecil. Lubang atau retakan tersebut merupakan jalan masuk yang sangat baik bagi udara serta mikroba patogen dan pembusuk. Udara dan mikroba mudah masuk karena tekanan udara di luar kaleng lebih tinggi daripada tekanan udara di dalam kaleng. Udara yang masuk dapat menyebabkan korosi dan mikroba (seperti Eschericia coli, Staphylococcus aureus) dapat menyebabkan kebusukan dan penurunan mutu pangan. Penyok pada bagian luar kaleng juga dapat menyebabkan keretakan pada enamel. Keutuhan enamel sangat penting karena enamel merupakan bahan pelapis pada bagian dalam kaleng yang menghambat reaksi kaleng dengan bahan pangan.

    BalasHapus
  20. Nama : Okta Wardana
    NIM : D.111.09.0036
    Tugas : 2.D (51 Warga Keracunan Burjo)

    Berbagai macam biji-bijian dapat mengalami kerusakan, salah satunya adalah biji kacang hijau. Kerusakan pada biji tersebut secara tidak langsung dapat menjadi jalan masuk bagi spora-spora kapang kontaminan. Di dalam biji, spora-spora kapang berkecambah membentuk hifa-hifa dan anyaman miselium. Selanjutnya kapang-kapang tumbuh dan berkembangbiak serta melakukan metabolisme. Salah satu macam metabolit sekunder yang dihasilkan oleh kapang ialah mikotoksin. Apabila mikotoksin tertelan bersama-sama makanan yang telah terkontaminasi oleh kapang kontaminan penghasil mikotoksin, maka dapat menyebabkan keracunan, yang disebut mikotoksikosis. Kualitas makanan yang tercemar oleh kapang penghasil mikotoksin akan berkurang sehingga tidak layak dikonsumsi.

    Biji kacang hijau yang telah terkontaminasi oleh kapang akan mengalami perubahan tesktur, misalnya : berserbuk pada permukaannya, berserabut halus, dan hancur sebagian. Kapang kontaminan melakukan biodegradasi terhadap senyawa-senyawa kompleks dalam bahan makanan menjadi senyawa-senyawa yang lebih sederhana. Melalui proses biodegradasi tersebut dapat dihasilkan senyawa-senyawayang menimbulkan aroma yang kurang sedap pada bubur kacang hijau sehingga tidak layak dikonsumsi. Maka dari itu, bubur kacang hijau yang telah terkontaminasi oleh kapang penghasil mikotoksin dapat membahayakan kesehatan, bila tetap dikonsumsi.

    Menurut saya, kasus keracunan yang terjadi di Desa Sumber Agung, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang ini kemungkinan disebabkan oleh kerusakan biji kacang hijau yang sudah terkontaminasi oleh kapang yaitu Aspergillus flavus yang menghasilkan aflatoksin yang merupakan mikotoksin yang bersifat hepatotoksik dan karsinogenik Dalam kasus ini, selain biji kacang hijau yang terkontaminasi kapang tersebut dimasak, ternyata bubur kacang hijau yang dibagikan kepada warga tersebut sudah basi. Pasalnya, bubur kacang hijau tersebut dimasak pada hari Rabu (4/5) pukul 19.00 WIB dan baru dibagikan kepada warga pada hari Kamis (10/5) pukul 09.00 WIB. Hal ini tentu mengakibatkan semakin banyaknya korban berjatuhan. Bubur kacang hijau yang sudah basi akan mengalami perubahan, diantaranya : perubahan warna, perubahan bau, perubahan rasa (bubur rasanya asam), dan pembentukan lendir. Adapun gejala yang ditimbulkan akibat keracunan ini diantaranya muntah-muntah, diare, dan kepala pusing.

    Biji kacang hijau yang telah mengalami kerusakan mudah dimasuki oleh spora-spora kapang yang akan tumbuh, berkembangbiak, dan menghasilkan mikotoksin di dalam biji kacang hijau tersebut. Pada umumnya mikotoksin mempunyai titik lebur tinggi. Titik lebur aflatoksin B1 ialah antara 2690 – 2710C . Oleh karena mikotoksin mempunyai titik lebur di atas 1000C. Walaupun biji kacang hijau yang telah terkontaminasi oleh mikotoksin diolah melalui pemanasan misal menjadi bubur kacang hijau, namun mikotoksin yang telah berada dalam biji kacang hijau tersebut tidak dapat terurai. Mikotoksin tersebut akan tetap membahayakan kesehatan, bila terpapar ke dalam tubuh bersama-sama makanan yang dikonsumsi. Itu sebabnya mengapa terjadi keracunan bubur kacang hijau yang menelan 51 korban warga Desa Sumber Agung, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang ini.

    Supaya keracunan tersebut tidak terjadi hal yang bisa dilakukan antara lain :
    1.Tidak membeli biji-bijian yang terkontaminasi kapang yaitu melihatnya dari ciri fisik biji tersebut. Biji yang terkontaminasi kapang akan berubah warnanya, berserbuk, berlubang atau tidak utuh, dan keriput
    2.Tidak mengkonsumsi makanan atau minuman olahan biji-bijian yang terkontaminasi kapang
    3.Cuci bersih biji-bijian tersebut
    4.Usahakan masaklah biji-bijian dengan suhu yang tinggi hingga bji-bijian tersebut benar-benar matang agar kontaminasi kapang dapat berkurang

    BalasHapus
  21. TUGAS :2.D " 51 Warga Keracunan Burjo "

    Tanpa pernah kita sadari, hidup kita sehari-hari tidak pernah luput dari incaran mikroorganisme yang tidak terlihat oleh mata telanjang. Mikroorganisme tersebut berkeliaran di sekitar kita. Dari keseluruhan subkingdom Eubacteria, bakteri yang berperan sebagai patogen diperkirakan hanya 10 persen, namun 10 persen dari jenis bakteri tersebut dapat mengancam kesehatan jika masuk ke dalam tubuh kita jika tidak waspada.Seperti kasus yang terjadi di Desa Sunber Agung, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. Sebanyak 51 warganya mengalami keracunan akibat memakan bubur kacang ijo (burjo) . Mereka mengeluh pusing, diare disertai muntah - muntah.

    Dari segi mikrobiologis, menurut saya keracunan makanan (food poisoning), timbul akibat memakan makanan atau minuman yang mengandung toksin/racun yang dihasilkan oleh mikroorganisme atau bahan beracun lain. Jadi bubur yang mereka konsumsi telah terlebih dahulu terkontaminasi oleh racun yang dihasilkan oleh bakteri patogen. Jadi menurut pendapat saya bahan penyusun pembuatan bubur (kacang hijau) telah terkontaminasi oleh bakteri patogen bacillus sp jenis Bacillus cereus. B. cereus menghasilkan racun yang sangat tahan panas, berarti racunnya tidak akan hilang meskipun telah mengalami proses perebusan dan pemasakan. Bacillus cereus merupakan bakteri Gram-positif, aerob fakultatif, dan dapat membentuk spora. Selnya berbentuk batang besar dan sporanya tidak membengkakkan sporangiumnya.Sebagian galur bersifat psikrotrofik (tumbuh pada 4-5oC) tetapi tidak pada 30-35oC. Galur lain bersifat mesofilik dan dapat tumbuh antara 15 oC dan 50 atau 55 oC, sedangkan suhu optimum pertumbuhan berkisar: 30 – 40 oC. Keracunan makanan karena B. cereus merupakan penamaan secara umum, walaupun ada dua tipe penyakit yang disebabkan oleh dua metabolit yang berbeda. Penyakit dengan gejala diare (tipe diare) disebabkan oleh protein (kandungan terrtinggi pada kacang hijau)dengan berat molekul besar, sementara penyakit dengan gejala muntah (tipe emetik) diyakini disebabkan oleh peptida tahan panas dengan berat molekul rendah. Gejala-gejala keracunan makanan mulai terjadi 6-15 jam setelah konsumsi makanan yang terkontaminasi (ini sesuai karena warga mulai mengalami gejala - gejalanya sekitar 8 jam setelah mengkonsumsi burjo).
    Pendapat saya berikutnya yaitu mungkin air yang digunakan untuk memasak bubur sudah tercemar oleh bakteri E.Coli tipe O157:H7 karena bakteri jenis ini bisa mengakibatkan keracunan serius pada manusia. Bakteri ini akan menyebabkan infeksi saluran pencernaan sehingga penderita akan mengalami gejala diare.

    Adapun langkah - langkah pencegahan yang bisa dilakukan untuk mencegah keracunan (burjo) antara lain :
    1. Gunakan air bersih dalam memasak .
    2. Cuci dahulu bahan baku (kacang hijau) sebelum dimasak.
    3. Diusahakan perabot yang digunakan untuk memasak dan menyajikan makanan dalam keadaan bersih dan higenis.
    4. Simpan makanan kedalam lemari pendingin / freezer jikalau mungkin ada bakteri termofilik yang masih hidup, karena bakteri termofilik akan mati pada suhu rendah.
    5. Cuci tangan dahulu sebelum makan .

    Dan apabila telah terjadi keracunan, langkah - langkah yang bisa dilakukan antara lain :
    1. Bila penderita diare dan belum menderita dehidrasi, segera berikan minum sebanyak 10 ml per kilogram berat badan setiap kali mencret agar cairan tubuh yang hilang bersama tinja dapat diganti untuk mencegah terjadinya dehidrasi.
    2. Bila telah terjadi dehidrasi, minumkanlah oralit 50-100 ml (tergantung berat ringannya dehidrasi) per kilogram berat badan dalam 3 jam untuk mengobati dehidrasi dan bila masih mencret , oralit bisa terus di berikan disamping pemberian obat diare .
    3. Apabila keadaannyana semakin parah segera bawa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan yang lebih intensif.

    Nama : Abdul Jalaluddin (el_jalal21 on twitter)
    Nim : D.111.09.0021

    BalasHapus
  22. Nama : Eka Susilawati
    NIM : D.111.08.0002
    tugas : 2A

    Mikrobiologi Makanan adalah studi tentang mikroorganisme yang mendiami, menciptakan, atau mengotori makanan . Sangat penting adalah studi tentang mikroorganisme menyebabkan pembusukan makanan. "Baik" bakteri, bagaimanapun, seperti probiotik , yang menjadi semakin penting dalam ilmu makanan. Selain itu, mikroorganisme sangat penting untuk produksi makanan seperti keju, yoghurt, makanan lainnya yang difermentasi, roti, bir dan anggur.
    Keamanan pangan adalah fokus utama dari mikrobiologi makanan. Patogen bakteri , virus dan racun yang dihasilkan oleh mikroorganisme semua kemungkinan kontaminan makanan . Namun, mikroorganisme dan produk-produk mereka juga dapat digunakan untuk menanggulangi keadaan mikroba patogen. Probiotik bakteri, termasuk yang menghasilkan bakteriosin , dapat membunuh dan menghambat patogen . Atau, dimurnikan bakteriosin seperti nisin dapat ditambahkan langsung ke produk makanan. Akhirnya, bakteriofag , virus yang hanya menginfeksi bakteri , dapat digunakan untuk membunuh bakteri patogen . Menyeluruh persiapan makanan , termasuk yang tepat memasak , menghilangkan bakteri dan virus yang paling. Namun, racun yang dihasilkan oleh kontaminan yang mungkin tidak panas-labil, dan ada juga yang tidak dihilangkan dengan memasak .

    Makanan dalam kaleng
    Beberapa bakteri perusak makanan kaleng bersifat proteolitik dan membentuk hydrogen sulfide sehingga makanan kaleng menjadi busuk dan berwarna hitam karena terjadinya reaksi antara sulfide dengan besi.
    Bakteri yang menyebabkan kerusakan tersebut misalnya Clostridium nigrificans yang bersifat anaerobic falkutatif, keduanya bersifat termofilik.
    Pengujian terhadap mutu keamanan makanan kaleng terutama terhadap adanya spora bakteri C. Botalium.Bakteri ini tergolong bakteri anaerobik yang membentuk spora dan bersifat mesofilik, dan merupakan bakteri pembentuk neurotoksir yang dapat mengakibatkan keracunan yang bersifat fatal.
    Pengujian terhadap mikroorganisme indikator sanitasi biasanya tidak dilakukan terhadap makanan kaleng , karena pemanasan yang tinggi selama proses sterilisasi akan menambah semua sel vegetatif mikroorganisme. Kontaminasi kembali mungkin terjadi selama penyimpanan, misalnya pada kaleng yang bocor.
    Roti yang sudah tidak bisa dikonsumsi mempunyai bau tengik dan berjamur. Bakteri yang ada adalah Bacillus sp. Fungi yang ada berbagai jenis jamur dari Rhizopus, Penicillium dan Aspergillus.
    Kemungkinan – kemungkinan yang terjadi bila dikonsumsi :
    1. Infeksi bakteri pada usus karena pangan yang tergolong berkeasaman rendah seperti susu.
    2. Gejala keracunan Salmonella adalah demam, sakit kepala, diare, dan muntah. Produk pangan yang sering tercemar adalah daging ikan dan susu serta hasil olahannya seperti sosis, ham, ikan asap, susu segar, es krim dan coklat susu.
    3. Penyakit yang ditimbulkan Clostridium perfringens adalah gastroenteritis ( gangguan saluran pencernaan ), dengan gejala seperti sakit perut, diare dan terbentuknya gas racun yang dikeluarkan dari saluran pencernaan.

    BalasHapus
  23. Tugas Mikrobiologi Pangan

    Tugas 2.A
    No. 9
    Fauzia Rahmawati
    D.111.09.0005

    Kasus : Ratusan Jenis Makanan Kedaluwarsa Disita
    Bahasan :
    Artikel tersebut memaparkan Tim Pengawas Lintas Sektoral Pemkab Temanggung yang beranggotakan Disperindag, Bagian Perekonomian, Dinas Kesehatan, Kejari, Dinas Trantib Linmas, dan kepolisian, menyita ratusan makanan kedaluwarsa di toko-toko di kota Temanggung dan kecamatan Pringsurat. Jenis kerusakan umum lain yang ditemukan adalah kemasan rusak/ penyok (untuk produk susu dan roti kaleng), makanan kemasan yang keterangan labelnya tidak lengkap, serta makanan kemasan yang tidak berlabel sama sekali.
    Kaitannya dengan mikrobiologi pangan dan pengolahan, jenis kerusakan yang berhubungan, dalam arti dapat memicu kerusakan mikrobiologis adalah kedaluwarsa dan kemasan yang rusak/ penyok. Kedaluwarsa pada produk makanan berarti sudah lewat batas waktu tertentu untuk dinyatakan layak konsumsi, di mana hal ini berarti, menurut penelitian produsen kemungkinan makanan tersebut telah mengalami berbagai kerusakan atau pada saat itu kemasan sudah tidak dapat berfungsi optimal untuk menahan pengaruh dari luar (lingkungan) yang dapat mencemari produk, sehingga dikhawatirkan produk tidak lagi aman jika masuk dalam pencernaan manusia. Jenis produk kedaluwarsa yang ditemukan antara lain berupa roti tawar, roti kalengan, dan berbagai jenis makanan anak-anak. Roti tawar memiliki kandungan air rendah yang sesuai dengan kebutuhan Aw kapang, di mana Aw kapang lebih rendah daripada Aw bakteri dan khamir, sehingga jenis mikroba yang dominan adalah kapang (mold).
    Untuk roti tawar, perubahan dapat diketahui dengan menguji sejumlah cuplikan (sampel) secara organoleptik meliputi bau, rasa, dan warna. Roti tawar kedaluwarsa memiliki karakteristik yang menyimpang dari persyaratan mutu. Jenis kerusakan yang terjadi akibat aktivitas mikroorganisme dapat dilihat secara visual berupa pertumbuhan kapang yang berwarna oranye, hijau atau kebiruan pada permukaan roti, rasa yang agak asam karena reduksi gula, dan bau yang menyimpang sebagai hasil dari kerusakan fermentatif oleh kapang yang membentuk gas.
    Jenis kapang yang kemungkinan berperan pada kerusakan roti tawar antara lain:
    Aspergillus, dengan warna spora hitam, hijau
    Rhizopus, dengan warna spora hitam di atas hifa berwarna putih

    Kemungkinan yang akan terjadi apabila masyarakat mengkonsumsi roti tawar kedaluwarsa bervariasi tergantung individu, dapat berupa pusing, sakit perut, muntah, diare ringan hingga diare berat.

    BalasHapus
  24. Selanjutnya terdapat dua jenis penyimpangan pada produk roti kalengan yang ditemukan Tim Pengawas Lintas Sektoral Pemkab Temanggung, yaitu kedaluwarsa dan kemasan kaleng yang penyok. Kerusakan mikrobiologis pada roti kalengan kedaluwarsa secara normal (kaleng masih baik, overlap normal, tidak tercemar air dan udara dari luar) mungkin tidak begitu signifikan apabila diuji secara organoleptik karena kadar air roti/ biskuit yang sangat rendah tidak memungkinkan mikroorganisme untuk tumbuh. Lain halnya apabila kemasan roti sudah rusak (penyok). Kerusakan pada kaleng membuat kaleng tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya untuk melindungi produk di dalamnya, sehingga kemungkinan masuknya udara dan air lebih besar. Biskuit yang mengandung gula dalam jumlah yang cukup tinggi jika kemudian bertambah kadar airnya (dalam jumlah rendah) dan masuknya udara, sebagai akibat yang tidak diinginkan dari kerusakan kaleng, akan memungkinkan tumbuhnya kapang (mold). Akan tetapi, tidak tertutup kemungkinan roti tersebut akan tercemar bakteri, tergantung lingkungannya, intensitas air, dan udara yang terserap. Bakteri patogen seperti Salmonella, Clostridium perfringens, Enterobacter aerogenes, Bacillus terdapat pada air dan dapat mencemari roti apabila ikut masuk bersama air melalui celah kaleng yang rusak/ penyok. Perubahan yang terjadi pada roti kalengan, apabila kerusakannya disebabkan oleh kapang, hampir sama dengan roti tawar kedaluwarsa bila diuji secara organoleptik, pun dengan kemungkinan yang terjadi apabila mengkonsumsinya.

    BalasHapus
  25. Shella famieza
    D.111.09.0042
    2D

    Menanggapi masalah tentang keracunan burjo

    Keracunan makanan merupakan sejenis gastroenteritis yang disebabkan oleh makanan yang telah dicemari racun, biasanya bakteria. Bergantung kepada jenis racun, kekejangan abdomen, demam, muntah dan cirit-birit akan berlaku dalam tempoh 3 hingga 24 jam. Jika makanan telah dicemari bakteria, bakteria akan menghasilkan racun yang dikenali sebagai toksin. Toksin memberi kesan langsung pada lapikan usus dan menyebabkan peradangan. Ada pelbagai jenis bakteria yang menyebabkan keracunan makanan tetapi yang biasa didapati ialah salmonella, shigella, staphylococcus dan E.coli.

    Pencemaran bahan makanan oleh bakteri, biasanya berawal dari pengolah atau pemasak makanan yang menderita infeksi kulit karena bakteri staphylococcus. Bisa pula terjadi karena makanan dibiarkan terlalu lama berada pada suhu kamar setelah dimasak, sehingga spora bakteri bisa tumbuh. Bila sudah tercemar, racun dalam makanan tidak akan hilang meski sudah dipanaskan lagi.
    karena hal tersebut mungkin di sebabkan oleh penyajian yang kurang 'higienis' atau pada saat peyajian masakan atau makanan bubur kacang hijau si pembuat kurang memperhatikan ke higienisan dari makanan tersebut.
    Entah dari bahan baku kacang hijaunya ataupun dari air santan yang kurang sesuai dengan standart kebersihan bahan pangan.
    Karena hal diatas maka kemungkinan tercemar mikroba akan sangat besar.
    Contoh bakteri yang mencemari hasil olahan bubur kacang hijau ini adalah :
    Clostridium botulinum
    Salmonella gastro
    Escherichia coli
    atau mungkin dalam masa pemanasan pada saat penyajikan tidak sampai matang benar.
    Gejala keracunan yang mungkin terjadi karena, misalnya:
    Muntah-muntah dan diare adalah gejala utama keracunan akibat bakteri. Selain itu ada pula gejala yang sering timbul mendadak, misalnya mual, otot perut kejang, diare yang disertai sakit kepala, badan lemah dan demam. Gejala-gejala ini muncul satu sampai 22 jam setelah makanan yang tercemar tertelan dan tergantung pada bakteri yang mencemarinya, kemudian menghebat dalam waktu 12-24 jam, dan akhirnya mereda. Adakalanya terjadi kejang perut yang menghebat, hingga penderita jatuh pingsan. Jika hal ini sampai terjadi, maka penderita harus segera dibawa ke dokter.

    Cara mencegah,

    si pembuat harus lebih memperhatikan kebersihan dari bahan baku maupun peralatan dan tempat pengolahannya, seperti : kacang hijau yang dipilih harus yang kualitas layak konsumsi, kelapa untuk santan lebih baik mengunakan kelapa segar yang di parut sendiri untuk mengindari santan instan yang sudah kadaluarsa, kemudian air yang digunakan untuk memasak juga perlu mendapat perhatian khusus mengenai kebersihannya.
    Untuk kebersihan alat dan kemasan serta tempat pengolahan. Sebaiknya mengunakan barang yang aman dan tidak menyebabkan gangguan kesehatan dalam bentuk apapun.

    BalasHapus
  26. Berbagai jenis makanan anak yang dijual di kios atau toko-toko pasar tradisional masih rendah kualitasnya dilihat dari nilai gizi dan bahan pengemasnya. Misalnya snack food (snack hasil ekstrusi tepung jagung, coating maupun non coating) dan permen yang dikemas secara sederhana, berbanding lurus dengan nilai ekonomisnya. Semakin murah, biasanya kemasan hanya ala kadarnya tanpa memperhatikan fungsi utama bahan pengemas untuk melindungi produk dari cemaran, padahal batas konsumsi yang ditentukan produsen untuk jenis produk ini cukup lama (4-8 bulan). Kemasan biasanya berupa plastik atau alumunium foil. Pengemasan yang kurang baik akibat lolos dari pengawasan produsen, menyebabkan kemasan masih bisa ditembus udara dan air dari luar. Karena kadar air yang relatif rendah dan komposisi mayor snack berupa karbohidrat, jenis mikroba yang dominan adalah kapang bila kondisinya memungkinkan (aerob). Mungkin pula tumbuh bakteri bila terikut pada air atau udara sebagai kontaminan. Kerusakan yang terjadi misalnya produk berasa asam pada snack ekstrusi coating coklat akibat penguraian gula. Adapun tumbuhnya kapang pada permukaan permen jarang ditemukan. Kemungkinan yang akan terjadi apabila anak-anak mengkonsumsi snack kedaluwarsa, dapat berupa pusing, sakit perut, muntah, diare ringan hingga diare berat, tergantung tingkat kerusakan, jumlah yang dikonsumsi, dan daya tahan masing-masing anak.
    Tim Pengawas Lintas Sektoral Pemkab Temanggung juga menemukan penyimpangan pada produk susu berupa kaleng yang penyok. Celah yang terjadi akibat penyoknya kaleng dapat mengakibatkan masuknya mikroorganisme dan pada kondisi yang memungkinkan, akan terjadi pertumbuhan. Pada susu cair kaleng, dapat terjadi pertumbuhan bakteri pengurai gula, lemak, maupun protein karena kandungan gizi susu yang begitu lengkap. Kerusakan yang terjadi ditandai dengan timbulnya bau asam karena serangan mikroba terhadap gula. Hal ini mungkin terjadi pada produk susu cair yang tidak menggunakan gula sebagai pengawet, hanya sebagai pencita rasa dengan kadar rendah, sehingga tidak mempengaruhi pertumbuhan bakteri osmofilik. Contoh produk olahan susu yang menggunakan gula sebagai pengawet adalah Susu Kental Manis (SKM). Kerusakan yang lain ditandai dengan susu menjadi kental atau pecah atau menggumpal akibat asam yang dihasilkan oleh bakteri, akibatnya protein akan mengendap. Susu bubuk relatif lebih tahan terhadap bakteri karena kadar air dan kandungan gulanya rendah, kecuali bila terikut mikroorganisme berupa bakteri melalui air dan udara kontaminan. Susu merupakan produk makanan berasam rendah yang menjadi tempat tumbuh yang baik untuk mikroba patogen seperti Salmonella, Clostridium perfringens, Bacillus cereus, dan Vibrio colera. Kemungkinan yang akan terjadi apabila mengkonsumsi susu yang telah mengalami penyimpangan tersebut, dapat berupa pusing, sakit perut, muntah, diare ringan hingga diare berat.
    Dari penjelasan akibat-akibat yang terjadi karena kerusakan mikrobiologis pada bahan makanan berupa kedaluwarsa dan cemaran, sebaiknya semua pihak berperan aktif untuk meminimalisasi kontaminasi mikroba. Dimulai dari produsen mengusahakan lingkungan produksi dalam kondisi aseptik (melalui higiene industri dan sanitasi), distributor melakukan material handling yang baik dan tepat, serta konsumen menyimpan produk pada kondisi di mana mikroorganisme terhambat pertumbuhannya (misalnya menyimpan di dalam lemari pendingin dengan suhu 4oC).

    Acuan:
    SNI 3547.1:2008 tentang permen (candies) keras
    SNI 3547.2:2008 tentang permen (candies) lunak
    SNI 01-2973-1992 tentang cara uji biskuit
    SNI 01-3840-1995 tentang roti
    SNI 01-2970-2006 tentang susu bubuk
    SNI 01-2971-1998 tentang susu kental manis

    BalasHapus
  27. ANGELA MERICI ERVINTIA PRIMADEA
    D.111.09.0019
    SOAL 2.C

    76 KARYAWAN PT. ARA SHOES KERACUNAN
    Pada kasus ini, karyawan pembuat sepatu mengeluh hal yang sama yaitu pusing, mual dan diare. Dengan gejala seperti ini kita sudah bisa menarik kesimpulan bahwa karyawan PT. Ara Shoes keracunan. Yang selanjutnya ditangani adalah penyebab keracunan. Setelah diadakan pemeriksaan ternyata sebelumnya mereka mengkonsumsi makanan yang diberikan perusahaan dengan mengandalkan jasa catering. Setelah mencermati adanya gejala klinis pada gangguan pencernaan, seperti penyebab mual dan diare dapat disimpulkan bahwa mereka keracunan makanan yang mereka konsumsi. Penyediaan makanan dalam jumlah besar seperti dilakukan perusahaan katering, rumah makan, dan industri makanan, memang berpeluang memunculkan masalah keracunan.
    Keracunan bisa terjadi karena adanya bahan kimia, racun alami makanan, atau mikroorganisme. Kalau terjadi akibat bahan kimia, biasanya itu gara-gara kecerobohan atau kesengajaan. Bahan itu di antaranya sianida, pestisida yang digunakan berlebihan pada produk pertanian, dan bahan kimia rumah tangga. Proses pencucian atau pengolahan bahan makanan yang tidak tepat juga menjadi factor utama makanan menjadi racun. Banyak sayuran yang ditambah dengan pestisida, sehingga dengan proses pencucian yang kurang bersih menyebabkan pestisida tidak benar-benar hilang dari bahan makanan, hal ini sangat membahayakan jika pestisida sampai tertelan atau tercerna oleh tubuh manusia. Proses pengolahan yang kurang matang juga dapat menjadi factor keracunan makanan, karena proses pemasakan yang tidak sempurna tidak dapat membunuh mikroorganisme yang berada di dalam bahan makanan.
    Pada kasus keracunan ini, yang menjadi perhatian utama adalah makanan yang mereka makan. Menu makanannya adalah nasi sambel terong, telur puyuh, tempe goreng dan buah salak. Mari kita telusuri satu-satu kemungkinan yang menyebabkan keracunan dengan mengkaji beberapa makanan yang mereka santap.
    Nasi sambel terong memiliki bahan dasar buah terong, banyak buah terong yang ditambah dengan pestisida pada proses perawatannya, kemungkinannya adalah terong tidak dicuci dengan bersih karena catering melayani penyediaan makanan dalam jumlah besar, sehingga kebersihannya tidak terkontrol dengan baik. Dengan tidak bersihnya makanan, akibat yang terjadi adalah racun pestisida masih menempel sehingga mempunyai kemungkinan menjadi penyebab keracunan.

    BalasHapus
  28. lanjutan ANGELA MERICI ERVINTIA P

    Menu kedua adalah telur puyuh. Ada mikroorganisme yang dapat mengeluarkan racun atau toksin pada makanan dengan kadar protein tinggi seperti daging, telur, susu dan ikan, dan makanan yang disiapkan dalam jumlah besar, mikroorganisme tersebut adalah Staphylococcus aureus. Mikroorganisme lainnya yang dapat menjangkit saluran pencernaan antara lain Salmonella sp penyebab salmonellosis. Orang bisa menularkan penyakit ini bila menderita sakit atau sebagai pembawa (karier). Makanan yang sering tercemar salmonela antara lain daging atau hasil olahannya, telur retak, dan makanan yang disimpan pada suhu 10-60 derajat C (danger zone). Dengan ini telur puyuh bisa juga dimasukkan dalam kemungkinan penyebab keracunan.
    Yang selanjutnya adalah tempe goreng, pada proses pengolahan tempe goreng, ada proses penggorengan dengan menggunakan minyak dengan suhu yang tinggi, sehingga hampir bisa dipastikan sebagian besar mikroorganisme mati karena suhu yang terlalu tinggi walaupun ada beberapa mikroorganisme yang tetap dapat bertahan hidup di suhu yang tinggi (thermophilik) seperti contoh bakteri Clostridium botulinum, dia bisa tahan pada suhu yang tinggi dan pada keadaan anaerobic pula. Mikroorganisme lainnya adalah Pseudomonas cocovenans, mereka menghasilkan racun pada tempe terutama tempe bongkrek. Sehingga ada kemungkinan tempe menjadi penyebab keracunan walaupun kecil kemungkinannya.
    Menu yang terakhir adalah buah salak. Buah salak ini menjadi makanan penutup atau pencuci mulut. Menurut penelitian Budi Boga dengan Gunanto Eko Saputro, Pakar pertanian lulusan IPB, yang juga jurnalis Media Agro Obesrver dan Koran Tempo, salak merupakan buah dengan cemaran pestisida terendah, buah yang lainnya adalah Pisang, Manggis, Duku dan Rambutan, sehingga salak mempunyai kemungkinan yang paling kecil dibandingkan menu lainnya sebagai penyebab terjadinya keracunan.
    Karena banyaknya kemungkinan penyebab keracunan, yang dapat kita lakukan adalah mencegah keracunan terhadap makanan yang akan kita konsumsi antara lain Pemilihan bahan makanan, Penyimpanan makanan mentah, Pengolahan bahan makanan, Penyimpanan makanan jadi, Pengangkutan, dan Penyajian. Ini dapat kita lakukan apabila kita menyiapkan sendiri makanan yang akan kita konsumsi, tetapi jika terpaksa kita menggunakan jasa penyedia makanan seperti catering maka carilah catering dengan kualitas yang baik. Control makanan yang akan disajikan secara berkala sehingga mutu dan kualitas bahan makanan tersebut dapat terjaga dengan baik.

    BalasHapus
  29. Nama : Safitri Amalia
    Nim : D.111.09.0031
    Kode soal : 2 C

    Menurut saya,keracunan yang terjadi pada 76 karyawan PT ARA SHOES itu,penyebabnya adalah dari makanan itu sendiri. Seperti yang dipaparkan pada surat kabar tersebut,bahwa makanan untuk karyawan shif siang.mendapat jatah makan pukul 18.00,berarti makanan yang dikonsumsi itu kurang lebih sudah dimasak 15 jam sebelum makanan dikonsumsi.seharusnya makanan itu,sudah tidak layak untuk dikonsumsi,karena jarak waktu pengolahan dengan jarak waktu mengkonsumsi makanan tersebut terlalu lama. Menu makanan itu seperti (nasi sambel terong, telur puyuh, tempe goreng ) sudah tercemar bakteri patogen dan sudah terkontaminasi, dan bisa juga karena Telur puyuhnya yang bisa menyebabkan keracunan, karena telur puyuh yang terkontaminasi mengandung bakteri salmonella.
    Infeksi salmonella sering terjadi pada musim panas karena bakteri ini berkembang biak pada suhu hangat. Sumber utama penyebab infeksi salmonella adalah bahan makanan yang tidak dipanaskan secara baik seperti ayam, telur, daging atau susu. Salmonella adalah bakteri yang termasuk mikroorganisme yang amat kecil dan tidak terlihat mata. Selain itu bakteri ini tidak meniggalkan bau maupun rasa apapun pada makanan. Kecuali jika bahan makanan (daging ayam) mengandung Salmonella dalam jumlah besar, barulah terjadi perubahan warna dan bau (merah muda pucat sampai kehijauan, berbau busuk). Biasanya bakteri dapat dideteksi melalui pemeriksaan laboratorium. Salmonella bisa terdapat di udara, air, tanah, sisa kotoran manusia maupun hewan atau makanan hewan. Sumber bakteri Salmonella biasanya terdapat pada unggas (ayam, bebek, kalkun), daging babi, binatang laut, telur dan susu. Bahan makanan hewani yang paling sering berperan sebagai sumber penularan Salmonella adalah unggas. Unggas yang terinfeksi Salmonella bisa menyebarkan bibit bakteri melalui daging, telur baik pada kulit maupun isi telur. Setiap telur segar belum tentu mengandung Salmonella. Tetapi bila telur segar atau makanan yang mengandung telur mentah dibiarkan pada suhu ruang dalam beberapa hari, barulah bakteri ini dapat berkembang dan membahayakan tubuh manusia.Telur yang pecah atau retak lebih peka Salmonella daripada yang utuh. Proses penularan.
    Pada kasus ini kemungkinan yang terkena bakteri salmonella adalah telur puyuhnya yang saat pengolahan tidak dimasak sampai matang, telur puyuh tersebut didiamkan terlalu lama pada suhu ruang, atau bisa juga ada sebagian telur yang kulitnya retak sehingga terkena bakteri salmonell
    Faktor lain yang mempengaruhi terjadinya salmonella adalah:
    •penggunaan bahan makanan mentah yang sudah terkontaminasi atau mengandung salmonella
    •kontaminasi silang
    •penyimpanan makanan pada temperatur yang tidak cocok.dapat terkena

    BalasHapus
  30. Dampak dari keracunan bakteri ini adalah
    • Gejala keracunan salmonella pada manusia biasanya baru terdeteksi setelah 5 sampai 36 jam,yang gejalanya :Diare disertai pusing, demam atau sakit perut. Saat suhu udara mulai menghangat mulailah jenis bakteri ini berkembang dengan pesatnya. Terlebih lagi bila ia berkembang pada jenis makanan tertentu yang memang rawan salmonella, yaitu makanan yang mengandung protein tinggi. Bila kondisinya sangat menunjang, bakteri ini akan membelah diri setiap 20 menit sekali, satu bakteri akan berkembang dalam waktu 5 jam menjadi 45 000.
    • Salmonella enteriditis baru menyebabkan infeksi bila sudah berkembang biak menjadi 100 000. Dalam jumlah ini keracunan yang terjadi bisa saja menyebabkan kematian si penderita. Salmonella typhimurium dengan jumlah 11.000 sudah dapat menimbulkan infeksi. Jenis Salmonella lain ada yang menyebabkan infeksi hanya dengan jumlah 100 sampai 1000, bahkan dengan jumlah 50 sudah dapat menyebabkan infeksi.
    Cara pencegahan :
    • Makanan yang mudah rusak seperti daging mentah (terutama daging cincang), daging unggas, ikan, telur, makanan yang mengadung telur mentah (creme, salat, mayonaise, es krim, pudding, dll.) harus segera mungkin didinginkan atau dibekukan dalam lemari es.
    • Bila tidak tersedia lemari pendingin, disarankan untuk memasak pangan dalam jumlah yang sesuai untuk segera dikonsumsi
    • Pengendalian suhu yang efektif untuk mencegah pertumbuhan spora. .
    • Tidak meletakan pangan matang pada wadah yang sama dengan bahan pangan mentah untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang.
    • Tidak mengkonsumsi pangan yang telah berbau dan rasanya tidak enak.
    • Memasak pangan sampai matang sempurna agar sebagian besar bakteri dapat terbunuh. Proses pemanasan harus dilakukan sampai suhu di bagian pusat pangan mencapai suhu aman (>700C) selama minimal 20 menit.
    • Tidak membiarkan pangan matang pada suhu ruang lebih dari 2 jam, karena mikroba dapat berkembang biak dengan cepat pada suhu ruang.
    • Mempertahankan suhu pangan matang lebih dari 600C sebelum disajikan. Dengan menjaga suhu di bawah 50C atau di atas 600C, pertumbuhan mikroba akan lebih lambat atau terhenti.

    BalasHapus
  31. Nama : Febrina Dian Mienawati
    NIM : D.111.09.0015
    Tugas : Mikrobiologi Pangan dan Pengolahan
    Dosen : Ir. Adi Sampurno, M.Si

    Menanggapi soal No 2.D tentang 51 Warga Keracunan Burjo di Magelang.
    Menurut pendapat saya,dari segi mikrobiologi :
    Bubur kacang hijau yang disajikan tersebut sudah terkontaminasi oleh bakteri penyebab keracunan makanan. Bakteri tersebut menghasilkan toksin sehingga menyebabkan racun bagi yang mengkonsumsinya. Bakteri penyebab kerusakan makanan tersebut antara lain bisa berupa :
    ~ Staphylococcus aureus
    ~ Clostridium botulinum
    ~ Clostridium perfringens
    ~ Bacillus cereus
    ~ Pseudomonas cocovenans
    ~ Enterobacter
    ~ E.Coli
    Pada kasus keracunan bubur kacang hijau ini kemungkinan adalah terkontaminasi bakteri bacillus cereus. Bacillus cereus merupakan bakteri Gram-positif, aerob fakultatif, dan dapat membentuk spora. Selnya berbentuk batang besar dan sporanya tidak membengkakkan sporangiumnya. Sifat-sifat ini dan karakteristik-karakteristik lainnya, termasuk sifat-sifat biokimia, digunakan untuk membedakan dan menentukan keberadaan B. cereus , walaupun sifat-sifat ini juga dimiliki oleh B. cereus var. mycoides , B. thuringiensis dan B. anthracis . Organisme-organisme ini dibedakan berdasarkan pada motilitas/gerakan (kebanyakan B. cereus motil/dapat bergerak), keberadaan kristal racun (pada B. thuringiensis ), kemampuan untuk menghancurkan sel darah merah (aktivitas hemolytic ) ( B. cereus dan lainnya bersifat beta haemolytic sementara B. anthracis tidak bersifat hemolytic ), dan pertumbuhan rhizoid (struktur seperti akar), yang merupakan sifat khas dari B. cereus var. mycoides.
    Selain itu perlu diperhatikan pula cara memasak dan peralatan masak yang digunakan mungkin tidak bersih dan tidak higienis sehingga bakteri cepat berkembang biak dalam bubur tersebut.

    Diagnosis

    B. cereus dipastikan sebagai penyebab suatu kasus keracunan makanan, apabila :
    (1) hasil isolasi B. cereus menunjukkan bahwa strain-strain dari serotip yang sama ditemukan pada makanan yang dicurigai dan dari kotoran atau muntahan pasien, atau
    (2) hasil isolasi bakteri dari makanan yang dicurigai, kotoran, atau muntahan pasien menunjukkan adanya sejumlah besar B. cereus dari serotip yang dikenal sebagai penyebab keracunan makanan, atau
    (3) dengan cara mengisolasi B. cereus dari makanan yang dicurigai dan menentukan kemampuannya dalam menghasilkan enterotoxin ( enterotoxigenicity ) dengan uji serologis (untuk toxin penyebab diare) atau uji biologis (untuk tipe diare dan emetik). Pada tipe emetik, waktu yang cepat munculnya gejala segera setelah infeksi, didukung dengan beberapa bukti pada makanan, seringkali sudah cukup untuk mendiagnosis keracunan makanan tipe ini.

    Makanan yang terkait

    Seperti bubur kacang hijau yang di dalam komposisinya tersebut terdapat santan. Santan merupakan bahan pangan yang mudah rusak dan dirusak oleh bakteri apabila santan terlalu lama dapat berasa asam itu akibat ulah bakteri yang mengubah santan menjadi rasa asam.

    Pencegahan

    Pencegahan secara total mungkin tidak dapat dilakukan. Namun demikian, makanan yang dimasak, dipanaskan, dan disimpan dengan benar umumnya aman dari racun yang menyebabkan muntah dan diare. Resiko paling besar yaitu kontaminasi silang, yakni apabila makanan yang sudah dimasak bersentuhan dengan bahan mentah atau peralatan yang terkontaminasi. Jadi kebersihan tempat atau peralatan yang digunakan untuk memasak dan menyimpan bubur kacang hijau tersebut harus bersih dan benar-benar hygienis.
    Apabila pasien mengalami diare yang parah dan kehilangan ciran yang cukup banyak, maka dapat dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan cairan infus. Dan dapat diberikan obat-obatan antibiotik.

    BalasHapus
  32. Gejala-gejala penyakit

    Keracunan makanan karena B. cereus merupakan penamaan secara umum, walaupun ada dua tipe penyakit yang disebabkan oleh dua metabolit yang berbeda. Penyakit dengan gejala diare (tipe diare) disebabkan oleh protein dengan berat molekul besar, sementara penyakit dengan gejala muntah (tipe emetik) diyakini disebabkan oleh peptida tahan panas dengan berat molekul rendah.

    Gejala-gejala keracunan makanan tipe diare karena B. cereus mirip dengan gejala keracunan makanan yang disebabkan oleh Clostridium perfringens . Diare berair, kram perut, dan rasa sakit mulai terjadi 6-15 jam setelah konsumsi makanan yang terkontaminasi. Rasa mual mungkin menyertai diare, tetapi jarang terjadi muntah (emesis). Pada sebagian besar kasus, gejala-gejala ini tetap berlangsung selama 24 jam.

    Keracunan makanan tipe emetik ditandai dengan mual dan muntah dalam waktu 0.5 sampai 6 jam setelah mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi. Kadang-kadang kram perut dan/atau diare dapat juga terjadi. Umumnya gejala terjadi selama kurang dari 24 jam. Gejala-gejala keracunan makanan tipe ini mirip dengan gejala keracunan makanan yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus . Beberapa strain B. subtilis dan B. licheniformis telah diisolasi dari kambing dan ayam yang dicurigai menjadi penyebab kasus keracunan makanan. Organisme-organisme ini menghasilkan racun yang sangat tahan panas yang mungkin mirip dengan racun penyebab muntah yang diproduksi oleh B. cereus .

    Keberadaan B. cereus dalam jumlah besar (lebih dari 10 6 organisme/g) dalam makanan merupakan indikasi adanya pertumbuhan dan pembelahan sel bakteri secara aktif, dan berpotensi membahayakan kesehatan.

    BalasHapus
  33. TUGAS: MIKROBIOLOGI PANGAN DAN PENGOLAHAN
    Nama : Angga Aditya
    Nim : D.111.09.0017
    kode soal : 2.B Sampel Makanan Dikirim ke Balai Laboratorium.Soal warga yang keracunan nasi berkat.

    67 warga dukuh wiyoro, desa garung wiyoro, kecamatan kandang serang, kabupaten pekalongan diduga mengalami keracunan setelah mengkonsumsi makanan nasi berkat yang terdiri dari lauk ayam goreng dan oseng-oseng mie yang sampelnya berupa mi, nasi serta beras dan air untuk dikirim kebalai laboratorium.

    Banyak hal yang berpengaruh antara lain :
    Keracunan makanan sendiri mempunyai pengertian : penyakit yang menyerang pencernaan akibat mengkonsumsi makanan yang telah terkontaminasa bakteri.
    Beberapa bakteri tersebut antara lain :

    Bakteri staphylococcus aureus mengeluarkan toksin ke dalam makanan sebelum makanan dimakan ditemui dalam hidung, kerongkong dan luka. Ia bias menghasilkan racun dalam makanan seperti srikaya, pudding serta dalam daging jika ia diberi masa untuk membiak dalam keadaan berhaba.
    Bakter Salmonella sp merupakan salah satu penyebab keracunan makanan. Terdapat pada daging mentah seperti ayam itik juga telur. Terdapat juga dalam usus manusia. Ia bisa mencemari makanan yang dipegang oleh tangan yang tidak dicuci bersih setelah ke tandas. Seperti daging ayam itik juga telurnya boleh dikotori sjak dari ladang, sama ada berpunca daripada hewan ternak. Salmonella ialah satu sumber keracunan yang besar. Keracunan makanan sering terjadi di negara negara yang mengamalkan kaedah peternakan hewan secara intensif(terlalu padat). Hal ini disebabkan bahan bahan buangan termasuk tisu tisu dan najis tidak dibuang ditempat terkawal.
    Clostridium perfringeens. Sering didapati diusus manusia dan hewan. Ia membentuk spora dalam usus besar kemudian dikeluarkan bersama najis. Oleh itu najiis merupakan sumber utama organisme ini. Organisma ini suklar dihapuskan karena sporanya didapati tahan terhadap tekanan haba tinggi suhu memasak dapatb mengaktifkan spora untuk bercambah. Spora didapati bertahan lama terhadap keadadan yang keringm kontang, haba dan sejuk.

    Mengapa hal ini bisa terjadi.
    Kita tahu hal ini terjadi setelah 67 warga dukuh wiyoro mengkonsumsi makanan nasi berkat yang terdiri dari lauk ayam goreng juag oseng oseng mie. Banyak kemungkinan makanan tersebut sudah terkontaminasi bakteri seperti bakteri bakteri di atas. Karena kita tahu makanan yang mempunyai protein tinggi kaya dengan nutrien dan mengandung kelembapan, hal ini sangat biak untuk berkembangnya bakteri dalam suhu panas. Bakteri yang menyebabkan keracunan makanan akan tumbuah pada suhu 5 C sampai 63 C. Ia cepat membiak pada suhu sekitar 37 C yang merupakan suhu normal badan manusia. Sehingga bakteri dari makanan tersebut berkenbang cepat dalam tubuh 67 warga dukuh wiyoro tersebut.



    Cara mengatasi :
    Dalam hal ini diperlukan cara intensif dengan beberapa langkah penanggulangan
    seperti :
    Memastikan bahan baku makanan.

    Masak semua produk daging sampai benar benar matang sepenuhnya.

    Periksa kondisi fisik dan tanggal kadaluwarsa produk daging.
    Cuci bersih.
    Basuh tangan dengan sabun sebelum menangani bahan mentah yang berasal dari hewan. Basuh kembali tangan dengan sabun setelah selesai menanganinya.

    Jangan membiarkan bahan makanan dalam waktu lama.

    Dengan adanya kejadian ini diharapkan kita selalu waspada dan peduli dengan hal hal kecill seperti langkah langkah penanggulangan diatas untuk kesehatan makanan yang kita konsumsi untuk kehidupan kita sehari hari.

    BalasHapus
  34. Nama : Putri Anulad Sari
    NIM :D.111.08.0012
    Kode : 2.D

    Penyebabnya :
    Menurut saya, Keracunan Bubur kacang hijau yang terjadi di magelang disebabkan oleh adanya bakteri Bacillus cereus dan Clostridium perfringens. Karena bakteri tersebut sering terdapat di kacang-kacangan termasuk dalam kacang hijau dan bias terjadi dalam kondisi pemberian makan bersama (misalnya di posyandu, sekolah, kantin, rumah sakit.) di mana sejumlah besar makanan disiapkan beberapa jam sebelum disajikan.
    Gejala-gejala keracunan makanan :
    1. Diare karena Bacillus cereus mirip dengan gejala keracunan makanan yang disebabkan oleh Clostridium perfringens. Diare berair, kram perut, dan rasa sakit mulai terjadi 6-15 jam setelah konsumsi makanan yang terkontaminasi. Rasa mual mungkin menyertai diare, tetapi jarang terjadi muntah . Pada sebagian besar kasus, gejala-gejala ini tetap berlangsung selama 24 jam.
    2. Keracunan makanan yang ditandai dengan mual dan muntah dalam waktu 0.5 sampai 6 jam setelah mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi. Kadang-kadang kram perut dan atau diare dapat juga terjadi. Umumnya gejala terjadi selama kurang dari 24 jam. Gejala-gejala keracunan makanan tipe ini mirip dengan gejala keracunan makanan yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus .
    Cara pencegahan
    Pencegahan secara total mungkin tidak dapat dilakukan. Namun demikian, makanan yang dimasak, dipanaskan, dan disimpan dengan benar (di bawah 7°C dan hanya untuk beberapa hari) akan mencegah pertumbuhan mikroorganisme dan produksi racun. Resiko paling besar yaitu kontaminasi, yakni apabila makanan yang sudah dimasak bersentuhan dengan bahan mentah atau peralatan yang terkontaminasi (misalnya alas pemotong).

    BalasHapus
  35. Nama :Irsyadul ibad
    Nim :D.111.09.0033
    Tugas :Mikrobiologi Pangan dan Pengolahan

    2.A Ratusan kemasan makanan kedaluwarsa di toko-toko di kota Temanggun dan kecamatan.
    Seperti Roti dan susu kaleng yang sudah kedaluwarsa

    Di kota temanggung masih banyak yang menyimpan makanan kedaluwarsa terutama di toko-toko
    antara lain roti.
    Roti:roti minimum batas kedaluwarsanya 2 bulan.jika pengunaan melewati batas waktu maka tidak diizinkan di nsumsi masih tetap di konsumsi akan mengakibatkan keracunan.

    Keracunan makanan adalah masalah yang terus berulang-ulang kejadiannya dan mengancam hidup jutaan makhluk hidup di seluruh dunia. Keracunan makanan dapat disebabkan mengkonsumsi makanan beracun (misalnya, beberapa jenis roti,susu kaleng yang sudah tidak layak pakai. bakteri atau zat beracun lainnya. Ada lebih dari 250 jenis bakteri yang dapat menyebabkan keracunan makanan, yang paling umum di antaranya adalah clostridium botulinum, salmonella gastro, dan escherichia coli.
    Makan-makanan kedaluwarsa banyak di temukan di toko-toko atau kios namun demikian baik di toko atau swalayan masih ditemukan roti dan susu kaleng yang kemasannya rusak,barang tersebut bisa merugikan kesehatan konsumennya,terutama bila sampai kemasannya berlubang(udara luar bisa masuk dan merusak makanan didalamnya.


    Ciri-Ciri Roti yang sudah kedaluwarsa yaitu:
    1.warnanya berubah dan berjamur
    2.baunya basi

    Dampak akibat mengkonsumsi roti yang sudah kedaluwarsa:
    1.akan mengakibatkan sakit perut
    2.kepala pusing
    3.mual-mual
    4.salmonela:diare

    Gejala berlangsung selama 1 minggu.dan banyak orang bisa pulih dengan pengobatan tetapi terinfeksi salmonella ini juga dapat menyebabkan gangguan jiwa pada anak-anak orang lanjut usia,serta orang yang mengalami gangguan sistem kekebalan tubuh.

    bakteri yang merusak bahan makanan adalah sebagai berikut:
    a.Clostridium botulinum yang menghasilkan racun botulinum atau botox,bakteri ini biasa ditemukan pada makanan kaleng sehingga dapat mematikan manusia.
    b. Leuconostoc mesentroides yang menghasilkan lendir pada makanan basi.
    c.Pseudomonas cocovevevans yang menghasilkan racun asam bongkrek.bakteri in bida hidup pada roti yang dibuat tepung dalam pem,buatan yang kurang higinis

    Pencegahan pada pengkonsumsi roti basi:
    1.hal pertama yang kita lakukan yaiu minum air putih yang banyak agar menetralk tubuh
    2.apabila tidak bisa di atasi dengan lingkungan sekitar,maka segeralah di bawah kerumah sakit.

    BalasHapus
  36. Organisme yang ditemukan pada pangan yaitu :
    1. Bakteri
    Bakteri banyak ditemukan dimana-mana. Banyak bakteri yang sebenarnya tidak berbahaya bagi kesehatan, tetapi jika tumbuh dan berkembang biak pada pangan sampai mencapai jumlah yang sangat tinggi dapat mengakibatkan kerusakan makanan.
    Bakteri yang menyebabkan gejala sakit atau keracunan disebut bakteri patogenik atau patogen. Gejala penyakit yang disebabkan oleh patogen timbul karena bakteri tersebut masuk ke dalam tubuh melalui pangan dan dapat berkembang biak di dalam saluran pencernaan dan menimbulkan gejala sakit perut, diare, muntah, mual dan gejala lainnya.
    Bakteri yang tergolong ke dalam bakteri penyebab keracunan yaitu Bacillus cereus dan Clostridium perfringens yang memproduksi racun yang menyerang saluran pencernaan disebut enterotoksin.

    BalasHapus
  37. Nama : ABDI WIJAYA
    NIM : D.111.09.0029.
    MODE SOAL : 2A

    MIKROBIOLOGI PANGAN DAN PENGOLAHAN
    Ir. Adi Sampurno.Msi.

    RATUSAN JENIS MAKANAN KADALUASA DISITA.

    # Temanggung-Ratusan kemasan makanan kadaluasa di toko-toko dikota tanggerang dan kecamatan pringsurat disita tim pengawas lintas sektoral Pemkab #.

    mengacu, setudi kasus yang tertera dalam artikel tersebut. diantaranya: Roti tawar, roti kaleng, berbagai makanan anak-anak,susu. Yang basi, kemasan rusak/penyok. Dari segi mikrobiologi Penulis berpenda

    Secara mikrobiologi termasuk makanan dalam kaleng yang berasam tinggi atau mengandung belerang (sulfida), perubahan warnanya akan mengarah kehitaman karena terbentuk besi sulfida (FeS). Perubahan lain yang terjadi akibat reaksi besi oksida dengan pangan adalah perubahan aroma dan kekentalan. Aroma pangan akan berubah menjadi aroma busuk dan agak berbau besi. Kaleng yang gembung mengandung potensi bahaya mikrobiologis. Umumnya disebabkan oleh kurang sempurnanya proses exhausting (proses penghampaan), penyegelan, dan sterilisasi. Hal ini berarti terdapat udara di dalam kaleng dan kondisi kaleng tidak vakum. Udara yang terdapat di dalam kaleng kemungkinan masih mengandung mikroba yang dapat mengontaminasi pangan karena bersifat patogen. Udara tersebut juga dapat menyebabkan perkaratan kaleng dari bagian dalam. Kevakuman kaleng sangat berpengaruh terhadap sterilitasnya. Sterilitas berkaitan langsung dengan umur simpan.

    Kevakuman kaleng menandakan kondisi hampa udara pada bagian dalam kaleng. Hampa udara artinya tekanan udara dalam kaleng amat rendah. Jika terjadi benturan yang menyebabkan kaleng penyok, kemungkinan kaleng tersebut mengandung bahaya mikrobiologis. Bahaya dapat terjadi apabila penyok membentuk lekukan bersudut dalam. Kaleng merupakan bahan yang tidak fleksibel. Oleh karena itu, lekukan dapat menyebabkan retakan atau lubang kecil. Lubang atau retakan tersebut merupakan jalan masuk yang sangat baik bagi udara serta mikroba patogen dan pembusuk.

    BalasHapus
  38. NAMA : SITI AMINAH
    NIM : D.111.09.0038
    KODE TUGAS : 2A
    Ratusan Jenis Makanan Kadaluarsa Disita
    Temanggung, Ratusan kemasan makanan kadaluarsa di toko- toko tepatnya di kota Temanggung dan kecamatan pringsurat disita Tim Pengawas lintas sektoral Pemkab.
    Kabid Pemberdayaan Kesehatan Dinas Kesehatan dan didampingi kasi PLP(Penyehatan Lingkungan Permukaan) memaparkan: makanan yang disita berupa roti tawar, susu,roti kalengan(kemasannya penyok), dan berbagai jenis makanan anak- anak.
    Tanggapan/ bahasan dari segi mikrobiologi pangan dan pengolahan:
    Pangan secara umum bersifat mudah rusak (perishable), karena kadar air yang terkandung di dalamnya sebagai faktor utama penyebab kerusakan pangan itu sendiri. Semakin tinggi kadar air suatu pangan, akan semakin besar kemungkinan kerusakannya baik sebagai akibat aktivitas biologis internal (metabolisme) maupun masuknya mikroba perusak.Pangan dinyatakan mengalami kerusakan jika telah terjadi perubahan-perubahan yang tidak dikehendaki dari sifatnya. kerusakan dapat terjadi karena kerusakan fisik, kimia atau enzimatis. Namun secara umum, kerusakan pangan disebabkan oleh berbagai faktor dimana salah satunya adalah tumbuhan bakteri, kamir atau kapang pada pangan yang dapat merusak protein sehingga mengakibatkan bau busuk, dan juga dapat membentuk lendir, gas, busa, asam ataupun racun.
    Roti Tawar kadaluarsa:
    1. Kemungkinan perubahan yang terjadi pada produk
    Dalam roti tawar terkandung kadar air yang rendah, sehingga ketika roti tawar mengalami kadaluarsa atau kerusakan, maka jenis mikroorganisme yang cocok/ sesuai untuk hidup dan berkembang adalah kapang.
    Perubahan yang terjadi adalah timbulnya bau yang tidak enak(tengik)/ tidak semestinya(akibat kerusakan fermentasi roti berupa gas yang dibentuk oleh kapang/ mold), rasa tidak enak(asam, pahit)/ tidak sewajarnya, dan perubahan warna dari warna roti aslinya(pertumbuhan kapang/ mold berwarna hitam, hijau kebiruan dan orange pada permukaan roti)
    2. Kemungkinan mikroba yang dominan
    Jenis kapang yang mampu merusak roti tawar tersebut adalah Rhizopus dan Aspergillus
    3. Kemungkinan yang terjadi bila dikonsumsi
    Muntah, sakit perut, pusing, dan diare (Tergantung seberapa besar pengkonsumsiannya).







    Roti Kalengan kadaluarsa dan penyok:
    Kontaminasi bakteria dapat menyebabkan penyakit yang dibawa makanan (food borne illness) termasuk botulism yang membahayakan kehidupan.
    1. Kemungkinan perubahan yang terjadi pada produk
    Roti kalengan yang mengalami cacat kemasan (penyok) bisa menyebabkan udara dan air yang berada di luar bisa masuk dan bisa mempengaruhi/ merusak produk yang ada di dalamnya(tidak bisa melindungi roti didalamnya ), perubahan yang terjadi adalah roti mlempem/ agak lembek(teroksidasi), tumbuh kapang(kadar air rendah, cocok untuk hidup)dan kemungkinan yang lain bisa terkontaminasi oleh bakteri lain karena adanya kelembaban, cahaya dan lingkungan yang mendukung untuk hidup bakteri tersebut. Dan roti yang sudah mengalami kadaluarsa itu tidak layak dikonsumsi manusia karena sudah melewati batas waktu yang ditentukan produsen produk tersebut. .
    2. Kemungkinan mikroba yang dominan
    Mikroba yang dominan hidup adalah kapang, dan kemungkinan bakteri lain yang mampu hidup adalah Bakteri patogen seperti Clostridium perfringens, Enterobacter aerogenes, Clostridium botulinum, menghasilkan racun botulinin, dan salmonella
    3. Kemungkinan yang terjadi bila dikonsumsi
    Keracunan ringan, pusing, muntah- muntah, dan sakit perut(tergantung tingkat pengkonsumsian)

    BalasHapus
  39. Roti Kalengan kadaluarsa dan penyok:
    Kontaminasi bakteria dapat menyebabkan penyakit yang dibawa makanan (food borne illness) termasuk botulism yang membahayakan kehidupan.
    1. Kemungkinan perubahan yang terjadi pada produk
    Roti kalengan yang mengalami cacat kemasan (penyok) bisa menyebabkan udara dan air yang berada di luar bisa masuk dan bisa mempengaruhi/ merusak produk yang ada di dalamnya(tidak bisa melindungi roti didalamnya ), perubahan yang terjadi adalah roti mlempem/ agak lembek(teroksidasi), tumbuh kapang(kadar air rendah, cocok untuk hidup)dan kemungkinan yang lain bisa terkontaminasi oleh bakteri lain karena adanya kelembaban, cahaya dan lingkungan yang mendukung untuk hidup bakteri tersebut. Dan roti yang sudah mengalami kadaluarsa itu tidak layak dikonsumsi manusia karena sudah melewati batas waktu yang ditentukan produsen produk tersebut. .
    2. Kemungkinan mikroba yang dominan
    Mikroba yang dominan hidup adalah kapang, dan kemungkinan bakteri lain yang mampu hidup adalah Bakteri patogen seperti Clostridium perfringens, Enterobacter aerogenes, Clostridium botulinum, menghasilkan racun botulinin, dan salmonella
    3. Kemungkinan yang terjadi bila dikonsumsi
    Keracunan ringan, pusing, muntah- muntah, dan sakit perut(tergantung tingkat pengkonsumsian)
    Susu
    1. Kemungkinan perubahan yang terjadi pada produk
    Kondisi zat gizi yang baik pada susu memberi peluang yang baik pula bagi pertumbuhan mikroba seperti bakteri, kapang dan khamir, karena dalam pertumbuhannya mikroba juga membutuhkan bahan makanan. Berbagai aktivitas mikroba tersebut akan mengubah mutu susu, ditandai dengan perubahan rasa, aroma, warna, dan penampakan yang akhirnya susu menjadi rusak.
    Perubahan yang terjadi:
    a. Susu kental manis adalah: susu menjadi asam dan terjadi penggumpalan akibat fermentasi laktosa menjadi asam laktat sehingga pH menurun dan kemungkinan terjadi penggumpalan kasein,
    b. Susu cair akan timbul bau asam karena adanya bakteri pengurai protein dan lemak pada susu dan Berlendir seperti tali karena terjadinya pengentalan dan pembentukan lendir sebagai akibat pengeluaran bahan seperti kapsul dan bergetah oleh beberapa jenis bakteri,serta terjadi Penggumpalan tanpa penurunan pH akibat aktivitas bakteri seperti Bacillus cereus yang menghasilkan enzim yang mencerna lapisan tipis fosfolipid di sekitar butir-butir susu.
    c. Susu bubuk akan menggumpal karena adanya udara dan air yang masuk ke dalam susu bubuk









    2. Kemungkinan bakteri yang dominan adalah jenis bakteri patogen dan penyakit yang di timbulkan karena mengkonsumsi susu rusak adalah:
    n Nama bakteri Penyakit yang ditimbulkan
    1. Salmonella typhosa
    Tifus
    2. Shigella dysenteriae
    Disentri basiler
    3. Vibrio comma
    Kolera
    4. Haemophilus influenza
    Influensa
    5. Diplococcus pneumoniae
    Pneumonia (radang paru-paru)
    6. Mycobacterium tuberculosis
    TBC paru-paru
    7. Clostridium tetani
    Tetanus
    8. Neiseria meningitis
    Meningitis (radang selaput otak)
    9. Neiseria gonorrhoeae
    Gonorrhaeae (kencing nanah)
    1 Treponema pallidum
    Sifilis atau Lues atau raja singa
    1 Mycobacterium leprae
    Lepra (kusta)
    1 Treponema pertenue
    Puru atau patek

    Dalam operasi tersebut juga ditemukan makanan yang keterangan labelnya tidak lengkap dan sama sekali tidak belabel sehingga kita tidak tahu masa layak konsumsinya. Hal ini banyak dilakukan oleh industry pangan kecil yang produknya banyak di aplikasikan makanan musiman menjelang lebaran dan pada jajanan anak- anak. Tentunya ini menjadi PR yang sangat penting untuk semua pihak karena menyangkut kesehatan dan hajat hidup masyarakat umum.

    BalasHapus
  40. NAMA : SUMANTRI
    NIM : D.111.09.0024
    TUGAS : MIKROBIOLOGI PANGAN DAN PENGOLAHAN
    KODE SOAL : 2.B (Sampel Makanan Dikirim Balai Laboratorium)

    Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, 67 warga Dukuh Wiroyo, Desa Garungwiroyo, Kecamatan Kadang-Serang, Kabupaten Pekalongan, Selasa (25/9) malam keracunan setelah menyantap nasi berkat. Warga diduga keracunan setelah mengkonsumsi makanan nasi berkat yang terdiri dari lauk ayam goreng, dan oseng-oseng mi.
    Menurut saya, kasus yang terjadi pada masalah tersebut adalah karena adanya mikroorganisme yang terdapat dalam makanan tersebut. Sehingga menyebabkan terjadinya keracunan pada sejumlah warga yang mengkonsumsi makanan tersebut.
    Kemungkinan bakteri yang terdapat pada makanan tersebut, antara lain merliputi :

    1. Salmonella
    Salmonella adalah bakteri yang dapat menyebabkan terjadinya keracunan makanan dengan gejala mual, muntah, diare berat & sakit kepala serta nyeri persendian (beberapa minggu kemudian). Bakteri tersebut biasanya masuk kedalam tubuh melalui makanan yang tidak dimasak hingga matang (seperti pada telur, unggas, makanan laut ataupun produk susu).

    2. Escherichia coli (E coli)
    Dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang ditandai dengan diare cair dalam jumlah banyak & dapat menjadi diare yang bercampur dengan darah.Bakteri tersebut masuk kedalam tubuh melalui makan daging yang kurang matang, susu yang tidak dipasteurisasi atau air minum yang terkontaminasi.

    3. Listeria monocytogenes
    Listeriosis adalah gangguan kesehatan yang ditandai dengan mual & muntah.Biasanya masuk kedalam tubuh melalui makanan yang tidak dimasak, seperti daging, sayuran, keju lembut & susu yang tidak dipasteurisasi.

    4. Clostridium botulinum (botulism)
    Dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang mempengaruhi sistem syaraf. Gejala biasanya ditandai dengan pandangan yang kabur, kemudian kesulitan berbicara & kelemahan seluruh tubuh. Biasanya masuk kedalam tubuh melalui makanan dalam kemasan kaleng yang mengandung toksin tersebut.

    5. Campylobacter biasanya terdapat di dalam daging ayam mentah, susu yang tidak dipasteurisasi, dan air yang tidak dimasak atau diolah. Tanda yang menunjukkan keracunan akibat bakteri ini adalah diare, sakit kepala, deman dan sakit otot.

    Cara pencegahan untuk kasus seprti diatas, adalah sebagai berikut :
    1. Masaklah daging, unggas hingga masak seluruhnya. Dengan memastikan kematangan masakan dapat meyakinkan bahwa bakteri yang mungkin terdapat pada bahan masakan tersebut telah mati seluruhnya.
    2. Pisahkan wadah antara bahan makanan yang masih mentah dengan yang sudah matang. Hindari kemungkinan kontaminasi bakteri dari bahan mentah dengan selalu mencuci tangan, pisau & peralatan yang sebelumnya digunakan untuk memproses daging mentah. Sebelum digunakan pada makanan yang sudah matang.
    3. Dinginkan. Simpan  makanan yang masih tersisa pada lemari es segera. Bakteri dapat tumbuh dengan cepat pada suhu ruangan, jadi sebaiknya simpan makanan yang tersisa bila tidak dikonsumsi dalam waktu 4 jam kedepan.
    4. Bersihkan. Cuci sayuran di bawah air yang mengalir untuk menghilangkan tanah & kotoran yang mungkin ada. Sebaiknya buang lapisan terluar dari kol atau sawi putih. Karena bakteri dapat tumbuh pada permukaan tempat memotong makanan, sebaiknya hindari meninggalkan sayur & buah pada suhu ruangan dalam waktu yang lama. Selain itu, jangan menjadi sumber dari penyakit juga, selalu cucilah tangan dengan sabun & air sebelum menyiapkan makanan. Hindari menyiapkan makanan ketika sedang mengalami diare.
    5. Suhu lemari pendingin harus 40 derajat fahrenheit atau lebih rendah dan suhu pada freezer harus 0 derajat atau lebih rendah.
    6. Makanan yang panas dan mudah rusak harus dimasukkan ke lemari pendingin 2 jam sesudah dimasak
    7. Defrost makanan beku dalam wadah tertutup di lemari pendingin, jangan di rak atau di meja dapur
    8. Sikat talenan, meja dapur, dan sink dengan air sabun. Bersihkan secara teratur dengan menggunakan bleach.

    BalasHapus
  41. Nama:Sudarmanto
    Nim:D.111.09.0004
    Tugas:2.c
    Keracunan makanan (food intoxication) disebabakan karena mengkonsumsi makanan yang telah terkontaminasi dengan bakteri,parasit,virus.bahan kimia berbahaya juga dapat menyebapkan terjadinya keracunan makanan jika mereka mengkontaminasi makanan baiksaat panen ataupun proses lainya.hal ini disebabkan karena bakteri diantarany bakter isalnonela dan Escherichia coli yang berbahaya
    Tanggapan menurut saya keracunan makanan di PT Ara Shoes yang menyebabkan 76 karyawan di antara ada dua karyawati yang keadaan hamil
    Penyebab keracunan makanan:
    1 virus
    2 bakteri salmonella dan Escherichia coli
    Bakteri dapat menyebabkan terjadinya keracunan makanan melalui dua cara. Bakteri salmonella menginfeksi usus yang menyebabkan terjadinya peradangan dan kesulitan untuk menyerap nutrisi dan air,sehingga timbul diare.Bakteri jenis lain seperti escherichiacoli dapat menghasilkan senyawa kimia dalam makanan (toksin) yang berbahaya bagi system pencernaan manusia.saat termakan,senyawa kimia tersebut dapat menimbulkan mual,mutah,diare berat dan sakit kepala serta nyeri (setelah beberapa minggu kemudian).bakteri tersebut biasanya masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang tidak dimasak hingga matang(seperti pada telur,unggas,makanan ataupun produk susu
    Cara pencegahan
    - memilih bahan makanan dengan cermat
    - cuci buah dan bahan makanan yang akan diolah
    - cuci tangan sebelum mengolah makanan
    -masak makanan hingga matang agar semua bakteri mati semuanya
    Cara menangani keracunan makanan:
    1.menganti cairan tubuh yang keluar (karena mutah dan diare) baik dengan minuman ataupun invus
    2.diberi cairan garam physitiologis (pekat) hangat untuk membilas air yang digunakan untuk membilas diberi larutan bilanboras natricus
    3 menetralkan racun diberi susu hangat
    4 lalu diberi obat atioksidan

    BalasHapus
  42. TUGAS 2D
    Nama : SUHADI
    NIM : D.111.09.0010

    51 WARGA KERACUNAN BURJO
    Keracunan makanan yang dapat disebabkan setalah mengkonsumsi bubur kacang ijo yang telah disajikan secara tidak higienis.diperkirakan burjo tersebut terkontaminasi dengan bakteri yang dapat membuat para korban keracunan. Ada lebih dari 250 jenis bakteri yang dapat menyebabkan keracunan makanan, yang paling umum di antaranya adalah clostridium botulinum, salmonella gastro, dan escherichia coli.
    Menurut saya,
    Pada kasus keracunan bubur kacang hijau ini kemungkinan adalah terkontaminasi bakteri Clostridium botulinum.Bakteri Clostridium botulinum menghasilkan racun yang mencegah transmisi impuls saraf ke otot . gejala umum yang ditimbulkannya adalah Mual, muntah dan kram perut. Efek dimulai pada syaraf di kepala sehingga menyebabkan penglihatan kabur/ganda dan kesulitan menelan, kemudian menyebar ke punggung sehingga menyebabkan kelumpuhan otot lengan, otot pernapasan, dan mungkin juga otot kaki.
    CARA MENGOBATI :
    Penderita botulisme harus segera dibawa ke rumah sakit.
    Pengobatannya segera dilakukan meskipun belum diperoleh hasil pemeriksaan laboratorium untuk memperkuat diagnosis.
    Untuk mengeluarkan toksin yang tidak diserap dilakukan:
    - perangsangan muntah
    - pengosongan lambung melalui lavase lambung
    - pemberian obat pencahar untuk mempercepat pengeluaran isi usus.
    Bahaya terbesar dari botulisme ini adalah masalah pernafasan. Tanda-tanda vital (tekanan darah, denyut nadi, frekuensi nafas dan suhu) harus diukur secara rutin.
    Jika gangguan pernafasan mulai terjadi, penderita dibawa ke ruang intensif dan dapat digunakan alat bantu pernafasan. Perawatan intensif telah mengurangi angka kematian karena botulisme, dari 90% pada awal tahun 1900 sekarang menjadi 10%.
    Mungkin pemberian makanan harus dilakukan melalui infus.
    Pemberian antitoksin tidak dapat menghentikan kerusakan, tetapi dapat memperlambat atau menghentikan kerusakan fisik dan mental yang lebih lanjut, sehingga tubuh dapat mengadakan perbaikan selama beberapa bulan.
    Antitoksin diberikan sesegera mungkin setelah diagnosis ditegakkan.
    Pemberian ini pada umumnya efektif bila dilakukan dalam waktu 72 jam setelah terjadinya gejala.
    Antitoksin tidak dianjurkan untuk diberikan pada bayi, karena efektivitasnya pada infant botulism masih belum terbukti.
    CARA PENCEGAHAN :
    Spora sangat tahan terhadap pemanasan dan dapat tetap hidup selama beberapa jam pada proses perebusan. Tetapi toksinnya dapat hancur dengan pemanasan, Karena itu memasak makanan pada suhu 80° Celsius selama 30 menit, bisa mencegah foodborne botulism.
    Memasak makanan sebelulm memakannya, hampir selalu dapat mencegah terjadinya foodborne botulism. Tetapi makanan yang tidak dimasak dengan sempurna, bisa menyebabkan botulisme jika disimpan setelah dimasak, karena bakteri dapat menghasilkan toksin pada suhu di bawah 3° Celsius (suhu lemari pendingin).
    Penting untuk memanaskan makanan kaleng sebelum disajikan. Makanan kaleng yang sudah rusak bisa mematikan dan harus dibuang. Bila kalengnya penyok atau bocor, harus segera dibuang.
    Anak-anak dibawah 1 tahun sebaiknya jangan diberi madu karena mungkin ada spora di dalamnya.
    Toksin yang masuk ke dalam tubuh manusia, baik melalui saluran pencernaan, udara maupun penyerapan melalui mata atau luka di kulit, bisa menyebabkan penyakit yang serius. Karena itu, makanan yang mungkin sudah tercemar, sebaiknya segera dibuang.
    Hindari kontak kulit dengan penderita dan selalu mencuci tangan segera setelah mengolah makanan (medicastore)

    BalasHapus
  43. Nama:M.Yasir Ammar
    Nim:D.111.09.0043
    Tugas:2.A
    Karena makanan kadaluarsa di kota temanggung itu sangat banyak.Sebab pemkab kota temanggung bersikeras memberantas makanan kadaluarsa di toko-toko temanggung oleh karena itu dinas kota temanggung melakukan operasi makanan kadaluarsa ternyata ditemukan ratusan jenis makanan kadaluarsa yang disita dari toko-toko di temanggung antara lain:
    1. Susu dan keju
    Susu kemasan bisa dikonsumsi selama seminggu setelah kemasan dibuka. Begitu juga dengan keju. Setelah itu, akan tercium bau asam. Untuk menghindarinya, bungkus kembali keju dengan aluminium foil, masukkan ke dalam kotaknya, lalu simpan di lemari es. Jika keju sudah keburu asam, untuk menggunakannya kembali potong bagian yang sudah terpapar udara.
    Keju yang lebih lembut yang terbuat dari susu kambing seperti ricotta akan lebih cepat membusuk saat terpapar udara.
    2. Makanan kering
    Makanan kering seperti biskuit, roti kering, dan kue kering, bisa bertahan hingga 3-6 bulan jika kemasannya belum dibuka. Tetapi ingat, roti tawar tidak bertahan lama meskipun kemasannya belum dibuka. Rata-rata roti tawar hanya bertahan 1 minggu saja.
    3. Makanan kaleng
    Makanan kaleng tahan paling lama yakni 1-2 tahun. Tapi jangan berpatokan pada label kadaluarsa jika Anda melihat perbedaan dari yang biasa Anda konsumsi. Misalnya, buah kalengan berbau asam, airnya menjadi kental dan berlendir, saat kaleng dibuka mengeluarkan gas, atau terdapat bibit jamur (bulukan).
    Mikroba yang ada dalam produk-produk makanan yaitu: bakteri salmonella dan escherichia coli
    Produk Serealia
    Perubahan pada warna makanan
    Munculnya serangga (kutu)
    Timbulnya aroma tengik
    Bahan pangan dari serealia yang telah mengalami oksidasi lemak mungkin akan mengandung peroksida atau turunannya berupa alkehid dan keton. Senyawa-senyawa ini bila dikonsumsi dalam jumlah besar dan terus menerus dapat mengakibatkan kanker.
    Produk susu
    Timbul aroma agak masam
    Untuk susu kemasan, akan terlihat adanya pemisahan emulasi dan perubahan warna. Lemak susu akan mengapung, terdapat gumpalan-gumpalan protein dan akan terlihat pemisahan air.
    Viskositas (kekentalan) naik
    Kemasan tampak kembung karena tekanan gas yang diproduksi mikroba-mikroba pathogen seperti Escherichia coli, steptococcus, dan staphyllococcus.
    Dapat menyebabkan diare.
    Produk dalam kaleng
    Badan kaleng rusak seperti penyok, kembung, atau karat.
    Kaleng yang berkarat pada bagian luarnya, mungkin juga telah berkarat pada bagian dalamnya. Karat tersebut dapat bereaksi dengan bahan yang dikemas dalam kaleng. Reaksi pada umumnya dapat terlihat dari perubahan warna.
    Jika panga termasuk berasam tinggi atau mengandung belerang (sulfide), perubahan warnanya akan mengarah kehitaman karena terbentuk besi sulfide (Fes).
    Cairan dalam kaleng akan semakin kental dan aromanya busuk serta agak berbau basi.
    Produk pangan beku
    Produk pangan beku ini meripakan produk yang memiliki umur simpan tinggi apabila diberi perlakuan  penyimpanan yang benar. Penyimpanan terbaik harus dilakukan dalam freezerbrsuhu -200 C.
    Freezer sehari-hari hanya bersuhu -50C hingga 00C. sehingga tetap tetap perlu dicantumkan masa kadaluarsa pada beberapa produk pangan beku menurut suhu penyimpanannya.

    BalasHapus
  44. Nama : NUR HUDA
    NIM : D.111.09.0009
    MODE SOAL : 2C

    MIKROBIOLOGI PANGAN DAN PENGOLAHAN
    Ir. Adi Sampurno.Msi.
    Keracunan makanan dapat disebabkan mengkonsumsi makanan beracun (misalnya, beberapa jenis jamur liar, keong racun, ikan buntal, tempe bongkrek, dll) atau mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri atau zat beracun lainnya. Bakteri penyebab kerusakan makanan tersebut antara lain bisa berupa Staphylococcus aureus, Clostridium botulinum, Clostridium perfringens, Bacillus cereus, Pseudomonas cocovenans, Enterobacter , E.Coli.
    Menurut saya,
    Keracunan tersebut disebabkan oleh bakteri Escherichia coli yang terkandung dalam makanan catering. bakteri ini adalah penyebab infeksi saluran pencernaan. Kebanyakan strain Escherichia coli (E. coli) adalah bakteri bermanfaat yang hidup dalam sistem pencernaan,mereka tidak menyebabkan penyakit. Namun beberapa strain E. coli dapat menyebabkan efek keracunan pada tubuh. Salah satu strain yang paling ditakuti adalah E. coli 0157 yang menghasilkan racun yang disebut toksin Shiga. Racun ini merusak sel-sel dinding usus sehingga menimbulkan perdarahan. Toksin E. coli 0157 juga memecah sel darah merah, menyebabkan anemia dan menurunkan jumlah trombosit. Pada 10% kasus, keracunan E. coli berlanjut sehingga menyebabkan kerusakan ginjal dan organ penting lainnya. Risiko kematian terutama tinggi pada anak-anak dan lansia.
    E. coli 0157 memiliki masa inkubasi antara 1-3 hari. Waktu tersebut dibutuhkan bakteri untuk melakukan perjalanan ke usus besar dan berkembang biak di sana ke tingkat yang menyebabkan masalah. Karena bakteri terutama memengaruhi usus besar, gejala utama adalah sakit perut dan diare. E. coli 0157 jarang menyebabkan muntah, meskipun penderita merasakan sakit perut dan diare hebat sehingga ada bintik-bintik darah segar di tinjanya. Berbeda dengan jenis keracunan makanan lainnya, E. coli 0157 sangat gigih dan membutuhkan waktu seminggu atau lebih sebelum diare mereda.
    Cara pencegahan :
    E. coli tidak terpengaruh oleh obat antibiotik. Jadi perawatan keracunan E. coli hanya bersifat suportif yaitu dengan banyak mengganti cairan yang hilang. Orang yang mengalami masalah ginjal akibat komplikasi perlu perawatan dialisis.

    BalasHapus
  45. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  46. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  47. Nama: achmad fuad
    Nim: D.111.08.0008
    Kode tugas: 2 B (sample makanan dikirim ke balai laboraturium soal warga keracunan nasi berkat)
    A. Penyebab keracunan makanan
    Menurut saya keracunan nasi berkat yang terjadi di sebabkan karna dalam pengolahan nasi berkat kurang dijaga kebersihanya ,bisa juga mie yang digunakan pada oseng –oseng mie mengalami kadaluarsa ,mie yang sudah kadaluarsa dapat di tumbuhi khamir maupun jamur yang dapat menyebabklan keracunan (toxic), selain itu kualitas air yang digunakan untuk memasak kurang higienis ,air yang kurang bersih merupakan tempat berkembangbiaknya mikroba maupun bakteri,salah satu bakteri yang dapat mencemari air yaitu salmonella, dan e.colly. salmonella dapat menyebabkan keracunan ringan apabila terkonsumsi, biasanya gejala yang terjadi antara lain: Mual (muntah), Kembung (kram perut), Pusing dan, Diare.
    - Gejala Keracunan Makanan
    Gejala keracunan makanan tergantung pada jenis kontaminan dan jumlah dimakan. Gejala-gejala dapat berkembang dengan cepat, dalam waktu 30 menit, atau lambat, memburuk selama hari / minggu. Sebagian besar penyebab kontaminan yang umum: mual, muntah, diare, dan kram perut. Biasanya keracunan makanan tidak serius, dan penyakit kursus berjalan dalam 24-48 jam.
    Macam – macam bakteri pathogen: salmonella, Campylobacter, Staphylococcus aureus, Bacillus cereus, Escherichia coli (E coli), Shigella (diare), Listeria monocytogenes, vibrio,dll.

    BalasHapus
  48. Lanjutan…….
    B. Cara mencegah terjadinya keracunan makanan:
    Karena sebagian besar kasus keracunan makanan disebabkan oleh proses penyimpanan dan pengolahan yang tidak tepat, maka perlu dipahami benar kedua proses ini. Dengan begitu, risiko terjadinya keracunan makanan akan semakin tinggi. Berikut ini, adalah hal-hal yang bisa dilakukan untuk mencegah keracunan makanan, dari mulai membeli, menyimpan, sampai mengolah bahan makanan itu di dapur.

    1. Membeli bahan makanan
    Jika hendak membeli makanan mesti hati-hati ketika membeli daging, seafood, dan produk-produk olahan dari susu. Pilih selalu, daging dan seafood yang masih segar. Itu terlihat dari bau dan warna yang biasanya masih tampak cerah. Upayakan juga untuk selalu membeli daging, seafood, dan susu dari penjual atau pemasok yang terpercaya.
    2. Menyimpan makanan
    Berkait dengan penyimpanan makanan, ada beberapa hal yang perlu perhatikan:
    - Begitu tiba di rumah setelah berbelanja bahan makanan, segera simpan dalam kulkas atau freezer bahan makanan yang belum akan dimasak hari itu.
    - Bekukan daging, ikan, atau daging unggas segar dalam freezer jika bahan pangan hewani ini belum akan dimasak dalam dua hari ke depan.
    - Jangan biarkan makanan olahan (seperti keju atau daging olahan) dalam suhu ruang selama lebih dari dua jam sebelum disajikan.
    - Jika memasak makanan sehari sebelum disajikan, simpan dulu makanan itu ke dalam kulkas atau freezer segera setelah dimasak. jangan keluarkan makanan itu (dari kulkas atau freezer) lebih dari dua jam sebelum disajikan.
    - Jangan menyimpan makanan lebih lama dari batas waktu yang disarankan. Sebagai gambaran, produk-produk olahan dari susu bisa tahan di kulkas selama sepekan, sementara telur bisa tahan lebih lama lagi yaitu tiga atau empat pekan.
    3. Memasak makanan
    Ada beberapa proses pengolahan makanan, yaitu:
    - Jangan meracik dan memasak makanan ketika sedang sakit.
    - Selalu mencuci tangan sebelum dan setelah mengolah makanan.
    - Setelah memotong-motong daging sapi, ikan, atau daging unggas mentah, jangan lupa pula untuk mencuci tangan. Cuci pula semua perkakas dapur yang baru Anda gunakan untuk memotong-motong daging atau ikan tersebut. Setelah yakin semuanya kembali bersih, lanjutkan acara memasak.
    - Cuci buah dan sayuran dengan seksama (usahakan di bawah air yang mengalir) sebelum dimasak atau dimakan.
    - Cicipi makanan hanya ketika makanan itu telah benar-benar matang.
    - Ketika menghangatkan makanan, jangan lupa untuk menutup panci atau wadah yang digunakan. Panaskan makanan dengan seksama sehingga semua bagian dari makanan ini benar-benar panas kembali.
    4. Membersihkan perangkat masak
    Setelah memasak, tentu banyak perangkat masak yang perlu dicuci. proses mencuci atau membersihkan kembali ini juga layak diperhatikan, Adalah sebagai berikut :
    - Gunakan air sabun yang hangat untuk mencuci talenan, pisau, cobek, panci, dan perangkat lainnya yang digunakan untuk memasak.
    - Bersihkan spon atau kain untuk mencuci piring dengan cara meremas atau menguceknya di dalam air yang banyak, kemudian bilas hingga bersih. Setelah itu, panaskan spon atau kain pencuci piring itu di dalam microwave dengan tingkat panas maksimal selama 60 detik. Dengan cara ini diharapkan, spon atau kain pencuci piring bebas dari kuman.

    BalasHapus
  49. tugas mikrobiologi pangan
    nama : nurul hidayah
    nim : D.111.08.0010
    soal :2.c
    menurut saya keracunan makanan yang terjadi di PT..ARA SHOES terjadi karena makanan yang di makan sudah tidak layak karena jarak pengolahan dan mengomsusi terlalu lama sehingga makanan yang di komsumsi terkontaminan oleh bakteri - bakteri yang tidak terlihat oleh kasat mata. misalnya bateri salmonella, ecoli dll. bateri ini dapat berkembang biak secara cepat apabila suhu ruangan mendukung. maka dalam pencegahaan bakteri ini adalahan harus berhati - hati dalam menyimpan makanan.
    - cara menyegah keracunan adalah

    1.Masaklah semua produk daging secara sempurna. Pastikan bahwa daging terlihat matang sepenuhnya (tidak lagi merah muda).
    2.Jika Anda dilayani daging setengah matang di restoran, kembalikan untuk dimasak lebih lanjut. Mintalah disajikan kembali dalam piring baru.
    3.Periksa kondisi fisik dan tanggal kadaluwarsa produk daging kalengan dan makanan bayi. Jangan mengkonsumsi produk yang daluwarsa atau kemasannya sudah tidak berbentuk sempurna. Periksa juga kondisi makanan (bau, warna, bentuk) untuk memastikannya sebelum memproses lebih lanjut.
    4.Cuci bersih buah dan sayuran sebelum dimasak atau disajikan.
    5.Basuh tangan dengan sabun sebelum menangani bahan mentah yang berasal dari hewan. Basuh kembali tangan dengan sabun setelah selesai menanganinya.
    6.Cegah kontaminasi silang di dapur:

    - Gunakan talenan berbeda untuk memotong bahan makanan hewani dan bahan makanan lainnya.
    - Gunakan talenan dari bahan non-kayu yang lebih mudah dibersihkan sepenuhnya.
    - Hati-hati agar tidak mengucurkan cairan daging yang belum dicuci ke bahan makanan lain.
    - Bersihkan semua talenan, meja dan peralatan dengan sabun dan air panas setelah menyiapkan bahan makanan yang berasal dari hewan.
    7.Hindari mengkonsumsi susu yang tidak dipasteurisasi, telur mentah/setengah matang dan air yang tidak disterilkan.
    8.Basuh tangan dengan sabun setelah memegang hewan peliharaan, memberi pakan dan membersihkan kotorannya.
    9. Jangan membiarkan bahan makanan hewani (daging, ikan, susu dan telur) pada suhu kamar dalam waktu lama. Simpanlah dalam lemari es.
    10. Hindari kontaminasi silang di lemari es/kulkas dengan menjauhkan penyimpanan bahan makanan hewani dengan sayur, buah dan minuman.
    11. Pastikan bahwa orang-orang yang terkena diare, terutama anak-anak, mencuci bersih tangan mereka dengan sabun secara teratur untuk mengurangi risiko penyebaran infeksi.
    12.Jika Anda sakit diare atau muntah, jangan menyiapkan makanan bagi orang lain, terutama bayi, orang tua, dan orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah karena mereka lebih rentan terhadap infeksi.

    BalasHapus
  50. lanjutan abdi wijaya

    Udara dan mikroba mudah masuk karena tekanan udara di luar kaleng lebih tinggi daripada tekanan udara di dalam kaleng. Udara yang masuk dapat menyebabkan korosi dan mikroba (seperti Eschericia coli, Staphylococcus aureus) dapat menyebabkan kebusukan dan penurunan mutu pangan. Penyok pada bagian luar kaleng juga dapat menyebabkan keretakan pada enamel. Keutuhan enamel sangat penting karena enamel merupakan bahan pelapis pada bagian dalam kaleng yang menghambat reaksi kaleng dengan bahan pangan. Apabila enamel retak atau terkelupas, reaksi antara kaleng dan bahan pangan dapat terjadi. Reaksi tersebut juga dapat menimbulkan korosi kaleng. Jika terkonsumsi dengan jangka waktu lama, akan berefek menibuklkan kanker.
    Jika roti tawar, cendrung mempunyai kadar air yang sangat sedikit. Secara fisual dapat di amati kerusakan pada roti tawar/kering biasanya factor kerusakan disebabkan oleh kapang. (rizopus, aspergillus), yang jika ter konsumsi dapat menyebabkan mual, muntah, hingga sakit perut karna keracunan.
    Kerusakan produk susu masih dapat dideteksi dengan pemantauan visual. Produk susu segar (umumnya dikemas plastik atau karton), apabila kedaluwarsa, akan menimbulkan aroma yang agak masam. Untuk susu segar yang dikemas plastik, akan terlihat adanya pemisahan emulsi dan perubahan warna. Lemak susu akan mengapung, terdapat gumpalan-gumpalan protein, dan akan terlihat pemisahan air. Susu kedaluwarsa sering juga disebut sebagai susu basi yang ditandai oleh kenaikan viskositas (kekentalan) susu. Secara fisik, kemasan susu juga akan tampak kembung karena diproduksinya gas oleh mikroba-mikroba patogen sebagai hasil samping fermentasi. Fermentasi yang terjadi pada susu segar bukanlah reaksi yang menguntungkan, melainkan akan menyebabkan rasa dan aroma masam yang dapat menyebabkan diare. Mikroba yang mungkin merusak susu adalah (Escherichia coli, Streptococcus, dan Staphylococcus). Jika produk ini terkonsumsi, bisa dapat mengakibatkan mual,pusing,sakit perut, hingga berujung kematian.

    Demikianlah, tanggapan Penulis dalam setudi kasus dalam artikel. Penulis amat sangat. Mengharap koreksi dari Ir. Adi Sampurno,Msi (selaku dosen pengampu matakuliak). Untuk kepentingan pengembangan Pengetahuan Penulis. Terimakasih……………!

    BalasHapus
  51. TUGAS MIKROBIOLOGI PANGAN DAN PENGOLAHAN
    NAMA : DEA ARGA OLIVIA
    NIM : D.111.09.0011
    KODE SOAL : 2D WARGA KERACUNAN BURJO


    Kejadian keracunan ini terjadi di daerah Magelang,Desa Sumber Agung,kec. Secang,Magelang.
    Warga yang keracunan bubur kacang hijau mengalami pusing, mual, muntah dan diare.Dengan korban berjumlah 22 orang (rawat inap ), dan 29 orang dengan rawat jalan. Bubur kacang hijau tersebut dimasak pada hari rabu pukul 19:00 dan baru dibagikan pada warga hari kamis pukul 09:00 pagi. Kepala Dinkes Kabupaten Magelang menduga keracunan disebabkan oleh penyajian makanan yang kurang higienis.
    Tinjauan dari segi mikrobiologis,
    Kemungkinan akibat dari gejala yang ditimbulkan adalah diare yang disebabkan oleh oksidasi lemak pada santan, Santan kelapa termasuk ingridien pangan yang memiliki kadar air, protein dan lemak yang cukup tinggi seperti halnya susu sapi, sehingga santan bersifat mudah rusak karena mudah ditumbuhi oleh mikroba pembusuk. Sementara itu, pengawetan santan dengan metode sterilisasi dapat menyebabkan beberapa kerusakan mutu produk. Kerusakan tersebut antara lain pecahnya emulsi santan, timbulnya aroma tengik dan terjadi perubahan warna menjadi lebih gelap.
    Santan mencapai batas total mikroba yang dapat menyebabkan kerusakan organoleptik hanya dalam waktu 6 jam pada suhu penyimpanan 35°C. Selain kerusakan oleh mikroba, santan kelapa sangat rentan terhadap kerusakan kimia (termasuk enzimatik), khususnya melalui oksidasi lemak dan hidrolisis yang menghasilkan bau dan rasa yang tidak enak. Rusaknya emulsi minyak dalam air dari santan secara normal dianggap sebagai kerusakan fisik yang tidak dapat diterima baik untuk santan segar maupun santan olahan/awetan.
    Dilihat dari waktu pembuatan dan penyajiannya terlampau lama, dan tidak dijelaskan apakah melalui pemanasan ulang pada pagi harinya atau tidak. Padahal cukup jelas pemberian bubur kacang hijau tersebut diberikan untuk program makanan tambahan, seharusnya lebih dipikirkan dari segi kesehatannya.
    pertolongan pertama pada keracunan makanan :
    1. Kenali gejala-gejala keracunan seperti kepala pusing, perut mual, badan menjadi dingin dan lemas. Biasanya gejala ini muncul beberapa saat setelah kita makan atau minum sesuatu.
    2. Segera minum susu kental atau minum air putih sebanyak-banyaknya. Air kelapa muda telah terbukti memiliki khasiat sebagai penawar dan pengurai zat racun.
    3. Jika ingin muntah segera muntahkan keluar, namun jika tidak beristirahatlah saja sampai kondisi membaik.
    4. Jika ternyata kondisi masih tidak berubah dalam beberapa jam dan menunjukkan gejala-gejala yang lebih parah semisal kejang-kejang, sebaiknya segera ditangani oleh ahli medis. Jangan lupa membawa serta contoh makanan beracun ataupun mengingat makanan yang telah dimakan untuk mempermudah diagnosa dokter.

    BalasHapus

PERTANYAAN/KURANG JELAS
TULIS DALAM KOMENTAR